Menerawang Hal yang Ghaib dengan Ilmu Nujum

kota-1.jpg

Di antara cara yang dilakukan oleh sebagian orang dalam menerawang hal yang gaib adalah dengan menggunakan ilmu perbintangan (astronomi atau ilmu nujum).

Yaitu upaya mengungkap kegaiban dengan cara melihat dan mengamati bintang-bintang di langit, pergerakan serta tempat-tempat edarnya yang terbagi sebanyak jumlah bulan dalam setahun. Bagaimanapun upaya pencarian informasi gaib ini, kami (penulis) menegaskan kesalahan dan kedustaannya. Tidak ada gunanya melakukan hal yang demikian karena tidak sesuai dengan akal yang sehat. Bintang-bintang di langit tidak diciptakan untuk tujuan tersebut, sebaliknya semua itu diciptakan untuk perkara yang ditegaskan dalam al-Qur’an, di antaranya; bintang-bintang tersebut diciptakan untuk menjadi tanda dan penunjuk arah buat kita.

Allah ta’ala berfirman,

 

وَهُوَ الَّذِيْ جَعَلَ لَكُمُ النُّجُوْمَ لِتَهْتَدُوْا بِهَا فِيْ ظُلُمٰتِ الْبَرِّ وَالْبَحْرِۗ قَدْ فَصَّلْنَا الْاٰيٰتِ لِقَوْمٍ يَّعْلَمُوْنَ

Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Kami telah menjelaskan tanda-tanda (kekuasaan Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. (Qs. Al-An’am : 97)

وَعَلٰمٰتٍۗ وَبِالنَّجْمِ هُمْ يَهْتَدُوْنَ

Dan (Dia menciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang mereka mendapat petunjuk. (Qs. An-Nahl : 16)

Termasuk di antara tujuan dari penciptaan bintang gemintang dan planet adalah bahwa matahari juga termasuk planet yang digunakan sebagai petunjuk melalui peredaran dan tempat edarnya di langit guna mengetahui waktu-waktu shalat siang hari, sebagaimana mereka menjadikan sebagian bintang sebagai petunjuk di malam hari untuk menentukan arah kiblat. Allah ta’ala berkenan memberikan anugerah kepada kita dengan menghiasi langit di malam hari dengan bintang-bintang sehingga manusia merasa tenang, rasa ketakutan mereka menjadi hilang berganti dengan perasaan nyaman. Semua itu sebagai ganti dari langit yang gelap hitam yang melahirkan perasaan tertekan dan sempit dalam hati.

Allah ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ جَعَلْنَا فِى السَّمَاۤءِ بُرُوْجًا وَّزَيَّنّٰهَا لِلنّٰظِرِيْنَۙ

Dan sungguh, Kami telah menciptakan gugusan bintang di langit dan menjadikannya terasa indah bagi orang yang memandang(nya), (Qs. Al-Hijr : 16)

Al-Qur’an menyebutkan bahwa bintang-bintang dijadikan sebagai alat untuk melempari setan. Allah ta’ala berfirman,

وَلَقَدْ زَيَّنَّا السَّمَاۤءَ الدُّنْيَا بِمَصَابِيْحَ وَجَعَلْنٰهَا رُجُوْمًا لِّلشَّيٰطِيْنِ وَاَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابَ السَّعِيْرِ

Dan sungguh, telah Kami hiasi langit yang dekat, dengan bintang-bintang dan Kami jadikannya (bintang-bintang itu) sebagai alat-alat pelempar setan, dan Kami sediakan bagi mereka azab neraka yang menyala-nyala.(Qs. Al-Mulk : 5)

Termasuk tujuan penciptaan bintang gemintang adalah bahwa bintang-bintang ini dengan ketinggian dan jaraknya yang jauh, serta jumlahnya yang banyak, tetapi tidak sampai bertabrakan, serta keteraturan peredarannya agar manusia berpikir tentang sang Pencipta. Allah berfirman,

الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka. (Qs. Ali Imran : 191)

Wallahu A’lam

Sumber :


“As-Sihru wa As-Sahrah min Minzhar al-Qur’an wa As
“>Sunnah”, Dr. Ibrahim Kamal Adham, ei, hal. 258-259


Amar Abdullah bin Syakir

 

 

 

 

 

 

 

62 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: