Jangan Tertipu Oleh Syi’ah Wahai Saudariku

Untitled-1.jpg

Pembaca yang budiman…

Peperangan abadi antara kebenaran dan kebatilan tidak akan pernah padam hingga hari kiamat. Pengibar bendera kebatilan dan kemungkaran berjuang siang dan malam untuk menyebarkan dan menularkan virus kebatilan dan kemungkarannya ke berbagai objek dakwah dengan trik-trik khusus.Demikian halnya dengan Agama Syi’ah yang merupakan salah satu barisan pengibar bendera kebatilan dan kemungkaran yang gigih mempublikasikan produk agama mereka ke berbagai lapisan masyarakat.

Pembaca yang budiman…

Salah satu trik mereka dalam menjaring masyarakat awam, terlebih lagi muslimah adalah “Menghidupkan Kawin Kontrak “. Mereka membuat hadits-hadits palsu seputar hukum mut’ah(kawin kontrak), keutamaan bagi siapa saja yang bermut’ah dan ancaman bagi orang yang melarang dan meninggalkan mut’ah. Bahkan mereka sering mempopulerkan pernyataan mereka, bahwa mut’ah adalah sarana paling efektif untuk mendekatkan diri kepada Allah. Perhatikan beberapa hadits palsu sebagai berikut:

من خرج من الدنيا ولم يتمتع جاء يوم القيامة وهو أجدع

“Barangsiapa yang keluar dari dunia ini (wafat) dan ia belum melakukan mut’ah(kawin kontrak) niscaya ia akan datang pada hari kiamat dengan hidung yang terpotong.”

من تمتع مرة كان درجته كدرجة الحسين, ومن تمتع مرتين كان درجته كدرجة الحسن, ومن تمتع ثلاث مرات كان درجته كدرجة علي ابن أبي طالب  ومن تمتع أربع مرات فدرجته كدرجتي

“Barangsiapa yang mut’ah satu kali saja derajatnya seperti derajat Husain. Dan barangsiapa yang mut’ah sampai dua kali derajatnya seperti derajat Hasan. Dan barangsiapa yang mut’ah sampai tiga kali derajatnya seperti derajat Ali bin Abi Tholib. Dan barangsiapa yang mut’ah sampai empat kali, niscaya derajatnya seperti derajatku.”

Wahai saudariku tahukah anda betapa buruknya perbuatan mut’ah, dan pada hakikatnya mut’ah itu seperti berzina. betapa mahalnya sebuah kehormatan, seorang muslimah yang ta’at dia akan senantiasa menjaga kehormatannya sampai ada lelaki yang menghalalkannya.

Akhirnya, semoga Allah memberikan hidayah kepada mereka sehingga mereka bertaubat dari kemungkaran dan kesesatannya dan kembali kepada jalan yang lurus, jalan Allah dan Rasul-Nya. Amien

Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada nabi kita Muhammad, keluarga dan para sahabatnya. Allahu a’lam

Sumber: Syi’ah Bukan Islam …?. Tim Penulis Pustaka MIM, Edisi Juli 2012.

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel Hisbah.net di Fans Page Hisbah
Twitter @hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: