Menyambut Malaikat

hidayah.jpg

Menghilangkan kemungkaran dari dalam rumah menjadi sebab ridha Allah, hadirnya Malaikat, dan perginya setan. Tanpa ragu lagi, ini akan menambah penghuni rumah untuk saling menolong dan mencintai. Dengan demikian, akan sangat minim problem terjadi.

Suami-istri yang baik tentu akan berusaha membersihkan rumah dri segala kemunkaran baik yang tetap maupun temporer seperti foto-foto, patung binatang, ukiran binatang. Yang temporer seperti music, channel TV buruk, dan kemunkaran-kemunkaran rumah yang menyelisihi syar’I lainnya. Allah ta’ala berfirman,

 

فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ


Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih. (Qs. an-Nuur : 63)

 

لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَى لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ذَلِكَ بِمَا عَصَوْا وَكَانُوا يَعْتَدُونَ

Telah dila’nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera Maryam. yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas. (Qs. al-Maidah : 78)

Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

 

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ وَذَلِكَ أَضْعَفُ الإِيمَانِ

Siapa di antara kalian melihat kemunkaran maka hendaklah ia ubah dengan tanghannya, jika tidak mampu, maka dengan liasannya, jika tidak mampu maka dengan hatinya, dan yang demikian itu merupakan selemah-lemah iman. “ (HR. Muslim)

Aisyah –semoga Allah meridhainya- berkata : “Sesungguhnya Nabi-shallallahu ‘alaihi wasallam- tidak pernah membiarkan satu salib pun melainkan beliau patahkan. “ (Shahih al-Bukhari)

Artinya, beliau-shallallahu ‘alaihi wasallam- menghilangkan kemunkaran dengan tangan beliau sendiri.

Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- pernah menemui ‘Aisyah –semoga Allah meridhainya-, sedang ia menutup lubang kamarnya dengan tirai yang bergambar, tatkala ia melihatnya beliau langsung merobeknya dan raut muka beliau berubah, seraya bersabda,

يَا عَائِشَةُ أَشَدُّ النَّاسِ عَذَابًا عِنْدَ اللهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ الَّذِيْنَ يُضَاهُوْنَ بِخَلْقِ اللهِ

Wahai ‘Aisyah, manusia yang paling pedih adzabnya di sisi Allah pada hari Kiamat adalah mereka yang menyaingi ciptaan Allah (Shahih Muslim)

Wallahu A’lam

Sumber :

Dinukil dari “ Tis’un Wa Tis’una Fikrah li Hayah Zaujiyah Sa’idah”, karya : Dr. Musyabbab bin Fahd al-Ashimi (ei, hal. 265)

Amar Abdullah bin Syakir

132 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: