Merasa Gelisah? Berarti Itu Dosa

Merasa-Gelisah-Berarti-Itu-Dosa.jpg

Bagi seorang muslim yang berilmu akan agamanya, ia akan banyak mengetahui kepastian hukum suatu perkara apakah iya halal atau haram, namun bagi sebagian banyak kaum muslimin yang notabene awam dalam perkara agama, maka banyaklah dihadapan mereka hukum-hukum islam yang tidak terang bagi mereka kejelasan hukumnya, alias samar-samar, ataupun memang suatu perkara tersebut masuk ke dalam cakupan syubhat yang hukumnya bisa jadi halal bisa jadi haram.

Maka apa yang seharusnya dilakukan seorang muslim jika mendapati dirinya kebingungan ketika hendak melakukan suatu perkara, ia maju-mundur karena merasa ragu, maka dalam kasus ini, Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam memberikan satu tips, sebagai indikator apakah hal tersebut haram atau halal, yaitu sebagaimana hadits berikut:

عَنْ النَّوَّاسِ بنِ سَمْعَانَ رَضِيَ اللهُ عَنْهُ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى الله عليه وسلم قَالَ : الْبِرُّ حُسْنُ الْخُلُقِ وَاْلإِثْمُ مَا حَاكَ فِي نَفْسِكَ وَكَرِهْتَ أَنْ يَطَّلِعَ عَلَيْهِ النَّاسُ. [رَوَاهُ مُسْلِم] .

Dari Nawwas bin Sam’an radhiallahuanhu, dari Rasulullah shallallahu`alaihi wa sallam beliau bersabda: “Kebaikan adalah akhlak yang baik, dan dosa adalah apa yang membuatmu jiwamu gelisah dan engkau tidak suka  jika itu diketahui manusia. “ Riwayat Muslim.

Maka yakinlah, jika engkau merasa gelisah ketika hendak melakukan sesuatu dan engkau takut dan malu jika orang lain tahu, maka hal tersebut adalah sebuah kemaksiatan yang haram hukumnya. Karena jika hal tersebut baik, maka engkau tidak akan merasa gelisah, malah justru merasakan kelapangan hati, dan tidak akan malu, bahkan merasa senang jika dilihat orang dan diikuti pula olehnya, yang demikian ini berdasarkan sabdanya:

وَعَنْ وَابِصَةَ بْنِ مَعْبَد رَضِيَ اللهُ عَنْهُ قَالَ : أَتَيْتُ رَسُوْلَ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ : جِئْتَ تَسْألُ عَنِ الْبِرِّ قُلْتُ : نَعَمْ، قَالَ : اِسْتَفْتِ قَلْبَكَ، الْبِرُّ مَا اطْمَأَنَّتْ إِلَيْهِ النَّفْسُ وَاطْمَأَنَّ إِلَيْهِ الْقَلْبُ، وَاْلإِثْمُ مَا حَاكَ فِي النَّفْسِ وَتَرَدَّدَ فِي الصَّدْرِ، وَإِنْ أَفْتَاكَ النَّاسُ وَأَفْتَوْكَ [حديث حسن رويناه في مسندي الإمامين أحمد بن حنبل والدارمي بإسناد حسن]

Dan dari Wabishah bin Ma’bad radhiallahuanhu dia berkata: Saya mendatangi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda: Engkau datang untuk menanyakan kebaikan? saya menjwaba: Ya. Beliau bersabda: Mintalah pendapat dari hatimu, kebaikan adalah apa yang jiwa dan hati tenang karenanya, dan dosa adalah apa yang terasa mengganggu jiwa dan menimbulkan keragu-raguan dalam dada, meskipun orang-orang memberi fatwa kepadamu dan mereka membenarkannya. (Hadits hasan kami riwayatkan dari dua musnad Imam Ahmad bin Hanbal dan Ad Darimi dengan sanad yang hasan).

 

Terakhir, agar tidak berulang kali jatuh ke lubang keragu-raguan, maka tuntutlah ilmu agama ini, duduklah di majelis ilmu dan bertanyalah kepada ulama yang soleh, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

فَاسْأَلُوا أَهْلَ الذِّكْرِ إِنْ كُنْتُمْ لَا تَعْلَمُونَ

“Maka bertanyalah kepada orang yang mempunyai pengetahuan (berilmu) jika kamu tidak mengetahui”. (QS An Nahl: 43)

95 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: