Metode Sihir Pada Tiap-tiap Bangsa

Sesungguhnya aktivitas berpikir pada suatu bangsa merupakan interaksi antara seseorang dengan keyakinannya dan arus pemikiran serta wawasan yang meliputi suatu lingkungan di mana ia hidup. Praktek sihir yang dilakukan seorang manusia merupakan salah satu aktivitas berpikir yang disertai praktik dan ia merupakan hasil dari sinergi tersebut. Mengingat manusia itu hidup dalam komunitas besar yang terdiri dari banyak lingkungan, di mana setiap lingkungan memiliki karakter dan ciri-ciri khusus dari sisi agama, keyakinan, wawasan dan pemikiran. Karena itu pula kita menemukan bahwa setiap bangsa atau lingkungan memiliki kekhusussan atau karakter sihir yang berbeda dengan lainnya.

Perbedaan ini nampak jelas terjadi dalam masyarakat dan umat terdahulu, karena sarana komunikasi sangat terbatas, susah, serta jarak yang begitu jauh. Akan tetapi bersamaan dengan kemajuan alat komunikasi berupa sarana transportasi modern serta media lainya seperti buku-buku, majalah, film, video, radio, dan televisi. Terakhir dengan penggunaan parabola lintas benua yang meniadakan pengaruh jarak dan membantu asimilasi budaya yang berbeda-beda, serta menyandingkan satu dengan lainnya sehingga menghasilkan seperti suatu wawasan dan budaya internasional yang satu. Karena itulah pemikiran setiap bangsa saling berdekatan satu sama lainnya, hasil pemikiran maupun materi pun serupa, termasuk dalam hal ini adalah sihir modern yang dianut oleh bangsa-bangsa di bumi ini.

Model dan karakter sihir dari tiap-tiap masyarakat modern tidaklah berbeda melainkan karena interaksi suatu bangsa dengan lingkungannya juga apa yang mereka yakini sebagai agama, serta apa yang mereka warisi dari lembaran-lembaran buku khurafat.

Mengenai perbedaan karakter sihir antara satu bangsa dengan bangsa lainnya, buku Anis Manshur menyebutkan sebagai berikut :

“Tampaknya kemunculan orang ini di Ingris, yakni, Edward Crawell (1875-1947) memiliki hubungan dengan tabiat khusus orang-orang Inggris, ia adalah pemilik sihir praktis akan tetapi tidak bermanfaat. Sementara kami dapatkan orang-orang Irlandia, mereka ahli menerawang serta mampu membaca pikiran. Masyarakat Jerman adalah masyarakat yang paling maju dalam bidang astronomi, sementara masyarakat Belanda adalah manusia yang paling mampu menerawang dan mengetahui kejadian sebelum terjadi. Bangsa Rusia memiliki kemampuan rohani…”(Asybah Wa Arwah, hal.292)

Termasuk kekhususan al-Ghujru As-Sihriyah (para penyihir) adalah klaim mereka bahwa mereka mengetahui perkara ghaib dengan cara melihat kerang laut. Suku Indian Merah di Amerika Utara mengaku bahwa mereka memiliki keistimewaan bisa membaca kerikil. Dalam buku Haqa-iqu wa Ghara-ibu disebutkan “ Termasuk cara yang paling kuno adalah membaca kerikil. Pada masyarakat primitive, khususnya Indian Merah di Amerika Utara, orang-orang tertentu salah satunya dinamakan Nafaho menggambar orang atau binatang di tanah dengan menggunakan kerikil berwarna. Dengan cara melihat apa yang dialami gambar-gambar kerikil ini berupa faktor-faktor yang mengurangi atau menghapus gambar. Berdasarkan hal tersebut, mereka bisa mengetahui informasi tentang kejadian di masa mendatang atau untuk mengobati orang sakit (Musa Muhammad, Haqa-iqu wa Ghara-ibu, hal. 81)

Adapun Masyarakat timur Arab, banyak dari mereka yang mengaku mampu melihat atau mengetahui perkara gaib dengan cara membaca apa yang ada dalam cangkir kopi, atau dengan cara meminta bantuan jin, atau dengan cara menghadirkan arwah. Adapun keistimewaan masyarakat India adalah mereka memiliki keunikan yaitu bisa membaca telapak tangan (palmistry), menaiki tali-tali yang tegak berdiri ke udara, serta tidur di atas paku-paku, berjalan di atas bara api, serta berhubungan dengan arwah. Pada masyarakat Brazil, Filipina, Srilangka, dan Indonesia, para penyihir mengaku mampu menyembuhkan secara mental (rohani), berhubungan dengan arwah orang yang sudah meninggal dan jin.

Sesuatu yang menjadi kesamaan para penyihir di seluruh dunia sekarang ini adalah pengakuan mereka bahwa mereka mengetahui kejadian di masa mendatang melalui  cara ilmu nujum, perbintangan. Hampir tidak pernah sepi satu majalah, surat kabar, radio, dan televisi dari satu tajuk yang menulis atau membicarakan atau menyediakan rubrik khusus untuk mereka yang mengaku mengetahui ilmu gaib dengan cara melihat pada bintang-bintang, pergerakan, bertempatnya bintang pada tempat-tempat edarnya.

Wahai ummat Islam, wahai orang-orang yang berakal cerdas dan berpikiran lurus, waspadalah dan perhatikanlah bahwa hal ini adalah permulaan masa jahiliyah kedua atau permulaan kemurtadan kedua. Mereka (para tukang sihir dan semisalnya) membawa kembali pemikiran-pemikiran yang telah usang dimakan zaman, seperti kepercayaan masyarakat Babilonia, Asyuria, dan Kaldaniyah yang selalu melihat dan memperhatikan bintang-bintang dengan meyakini bahwa bintang-bintang tersebut memiliki ruh yang menggerakkan roda kehidupan ini.

Wallahu A’lam

Sumber :


“As-Sihru wa As-Sahrah min Minzhar al-Qur’an wa As
Sunnah”, Dr. Ibrahim Kamal Adham, ei, hal. 254-255


Amar Abdullah bin Syakir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *