Nasehat untuk Para Pecandu Musik dan Nyanyian

musik.jpg

Telinga adalah nikmat Allah yang sangat agung, Allah subhanahu wata’ala memberi manusia nikmat pendengaran demi lancarnya keberlangsungan hidup manusia, tanpanya manusia akan mengalami kesulitan untuk berkomunikasi, namun nikmat yang Allah berikan kepada manusia bukan berarti tanpa batas-batas dan aturan, kelak di akhirat nanti kita akan diminta pertanggung jawaban atas segala nikmat yang Dia berikan kepada kita. Allah membolehkan banyak hal untuk kita dengar kecuali sebagian kecil yang tidak dibolehkannya, seperti ghibah, namimah, dan musik. Banyak sekali dari kita yang tidak menyadari akan batasan-batasan ini.

Seringkai kita mendengar lantunan musik, padahal Allah subhanahu wa ta’ala berfirman:

وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَشْتَرِي لَهْوَ الْحَدِيثِ لِيُضِلَّ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ بِغَيْرِ عِلْمٍ وَيَتَّخِذَهَا هُزُوًا أُولَئِكَ لَهُمْ عَذَابٌ مُهِينٌ

“Dan di antara manusia (ada) orang yang mempergunakan (LAHWAL HADIST) perkataan yang tidak berguna untuk menyesatkan (manusia) dari jalan Allah tanpa pengetahuan dan menjadikan jalan Allah itu olok-olokan. Mereka itu akan memperoleh adzab yang menghinakan.” (QS. Luqman: 6)

Ibnu Mas’ud berkata bahwa yang dimaksud dengan لهو الحديث ‘perkataan yang tidak berguna’ didalam ayat ini adalah ‘musik’ dan  pendapat serupa juga dikemukakan oleh Al-Hasan Al-Bashri sebagaimana disebutkan didalam tafsir Ibnu Katsir. Selain itu musik dapat menjadikan hati seseorang menjadi keras, sehingga ia sulit untuk menerima kebenaran.

Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu berkata, “Musik menumbuhkan kemunafikan didalam hati sebagaimana air menumbuhkan tanaman, dan dzikir menumbuhkan keimanan didalam hati sebagaimana air menumbuhkan tanaman.”

Marilah kita renungkan bagaimana salaf sangat berhati-hati dari musik, Nafi’ berkata, “Saya pernah bersama Ibnu Umar di suatu jalan, tiba-tiba beliau mendengar suara seruling dari seorang penggembala, maka beliaupun menutup telinganya dengan kedua jarinya dan terus menjauh dari jalan tersebut, beliau terus bertanya kepadaku: “Wahai Nafi’ apakah engkau masih mendengar itu?”, sampai akhirnya aku menjawab: “Tidak, disitulah beliau baru melepas kedua jarinya (dari telinganya) kemudian berkata: “Seperti inilah saya lihat Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam lakukan.”

Demikianlah hati-hatinya salaf terhadap musik, Fudhail bin Iyadh berkata, “Musik adalah penghantar kepada zina.” Dan terbukti bahwa musik dapat menghantarkan kepada berbagai maksiat. Banyak lagu-lagu percintaan yang membuat para pemuda tergila-gila mencari kekasih diluar jalur pernikahan, alias pacaran.

Dalam hadits shahih Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda :

لَيَكُوْنَنَّ مِنْ أُمَّتِي أَقْوَامٌ يَسْتَحِلُّوْنَ الْحِرَ وَالْحَرِيْرَ وَالْخَمْرَ وَالْمَعَازِف

“Sungguh akan ada dari umatku kaum-kaum yang menghalalkan zina, kain sutra (bagi lelaki), khomer (segala sesuatu yang memabukkan), dan alat-alat musik.” (HR Al-Bukhari)

Pengharaman musik pada hadits ini dari dua sisi :

Pertama : Sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam يَسْتَحِلُّوْنَ “menghalalkan”. Ini menunjukkan bahwa hukum alat-alat musik adalah haram, namun akan ada kaum dari umat ini yang akan menghalalkannya.

Kedua : Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menggandengkan alat-alat musik dengan perkara-perkara yang sangat jelas haram berdasarkan ijmak ulama, yaitu zina, kain sutra (bagi lelaki), dan khomr.

Banyak suara-suara yang halal yang dapat menjadi pengganti musik, misalnya rekaman Al-Qur’an murottal, atau nasyid-nasyid yang tidak menggunakan musik.

Semoga Allah subhanahu wata’ala senantiasa menjaga penglihatan, pendengaran dan seluruh nikmat yang ia berikan kepada kita dari segala hal yang dimurkainya, dan memberikan kita kekuatan untuk menggunakannya kepada hal-hal yang dapat mendekatkan kita kepada-Nya.

Penyusun : Arinal Haq

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel Hisbah di Fans Page Hisbah
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

1,012 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: