Natal, Hari Raya Orang Kafir

kota-2.jpg

Wahai saudaku…kaum muslimin…

Ketahuilah bahwa natal merupakan hari raya orang-orang kafir dari kalangan Nasrani. Karena, tidak dikenal dalam syariat Islam adanya hari raya selain ‘iedul fithri dan ‘idul Adha. Maka dari itu, tidak selayaknya seorang muslim ikut-ikutan di dalamnya. Seharusnya seorang muslim menjauhi hari besar mereka dan tak perlu menghiraukannya.

Dan, ketahuilah bahwa salah satu cara mereka untuk menjauhkan Anda –umat Islam- dari agama Anda yang merupakan jalan yang lurus- adalah dengan menyeru dan mempublikasikan hari-hari besar mereka ke seluruh lapisan masyarakat serta dibuat kesan seolah-olah hal itu merupakan hari besar yang sifatnya umum dan bisa diperingati oleh siapa saja.

Wahai saudaku…kaum muslimin…

Ketahuilah pula bahwa perayaan yang mereka adakan tidak lain adalah bebatilan semata yang dikemas sedemikian rupa, sehingga kelihatan menarik. Di dalamnya berisikan pesan ajakan kepada kekufuran, kesesatan dan kemungkaran secara syar’i seperti ; Seruan ke arah persatuan agama dan persamaan antara Islam dengan agama lainnya. Juga tak dapat dihindari adanya simbul simbul keagamaan mereka, baik berupa benda, ucapan ataupun perbuatan yang tujuannya bisa jadi untuk menampakkan syiar-syiar Nasrani yang telah dihapus dengan datangnya islam atau kalau tidak agar orang menganggap baik terhadap syariat mereka, sehingga biasanya menyeret kepada kekufuran. Ini merupakan salah satu cara dan siasat untuk menjauhkan umat islam dari tuntunan agamanya, sehingga akhirnya merasa asing dengan agamanya sendiri.

Wahai saudaku…kaum muslimin…

Natal, jelas-jelas merupakan ciri khas dan kekhususan dari agama mereka, maka kita terlarang untuk ikut-ikutan di dalamnya. Dan, ketika Anda-seorang muslim- ikut serta memeriahkannya akan memberikan dampak negatif, di antaranya :

  1. Mereka, orang-orang kafir akan merasa senang dan lega dikarenakan sikap sikap mendukung ummat Islam atas kebatilan yang mereka lakukan.
  2. Dukungan dan peran serta secara lahir akan membawa pengaruh ke dalam batin yakni akan merusak akidah yang bersangkutan secara bertahap tanpa terasa.
  3. Yang paling berbahaya ialah sikap mendukung dan ikut-ikutan terhadap hari raya mereka akan menumbuhkan rasa cinta dan ikatan batin terhadap orang kafir yang bisa menghapuskan keimanan.

Dari uraian di atas, maka tidak diperbolehkan bagi Anda, sebagai seorang muslim yang mengakui Allah sebagai rabb, Islam sebagai agama dan Muhammad sebagai nabi dan rasul, untuk ikut merayakan hari besar yang tidak ada asalnya di dalam Islam, tidak boleh menghadiri, bergabung dan membantu terselenggaranya acara tersebut. Karena hal ini termasuk dosa dan melanggar batasan Allah. Dia telah melarang kita untuk tolong menolong di dalam dosa dan pelanggaran, sebagaimana firman-Nya,

 

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ وَاتَّقُوْا اللَّهَ إِنَّ اللَّهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

Dan tolong menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya (Qs. Al-Maidah : 2)

 

 

 

 

 

106 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: