Pasca Ramadhan … Ingatlah Ramadhan !

Saudaraku…

Setelah kita melewati Ramadhan tahun ini, hendaklah kita ingat bahwa bulan ramadhan yang belum lama kita lewati itu merupakan musim yang agung, banyak sekali pendidikan yang ada di bulan tersebut ;

Pertama, Kita dididik untuk membiasakan diri dalam melakukan ketaatan,

Kedua, Mulut kita dididik agar terbiasa berkata jujur,

Ketiga, Jiwa kita dididik untuk mampu bersabar,

Keempat, Syahwat kita dididik agar mampu dikendalikan,

Kelima, Iman kita dididik agar kualitasnya mengalami peningkatan,

Keenam, Fisik kita dididik dengan memperbanyak amalan kebaikan,

Ketujuh, Kita dididik agar akrab dengan al Qur’an, banyak membacanya, dan merenungi makna-maknanya serta mengimplementasikannya dalam kehidupan,

Dan, masih banyak pendidikan kebaikan yang lainnya yang dengan itu kita terkondisikan dengan berbagai kebaikan.

 

Saudara-saudariku seiman

Akankah kondisi demikian itu kemudian berubah seiring dengan berlalunya ramadhan ?

Akankah hilang dari kita kebiasaan baik yang kita lakukan selama romadhan ?

mulut kita tidak lagi terbiasa untuk berkata jujur ?

jiwa kita tak mampu lagi bersabar dalam menghadapi berbagai problem kehidupan ?

syahwat kita tak lagi terkendalikan ?

iman kita mengalami penurunan ?

fisik kita tak lagi membiasakan untuk melakukan kebaikan-kebaikan ?

kita tak lagi akrab dengan al Qur’an, kita tak lagi membacanya, tak lagi merenungkan makna-maknanya apalagi mengamalkan isinya dalam kehidupan ?

 

Saudara-saudariku seiman…

Sungguh, alangkah naifnya jika hal itu terjadi seiring usainya bulan romadhan yang penuh dengan keberkahan.

Semoga Alloh melindungi kita dari perubahan keadaan yang penuh dengan kebaikan kepada keadaan yang penuh dengan keburukan.

Dan, semoga Alloh memberikan faufiq kepada kita semuanya agar dapat mempertahankan kondisi baik yang telah kita biasakan selama romadhan, bulan yang penuh dengan keberkahan.

 

Saudara-saudariku seiman

Hendaklah kita ingat bahwa tuhan semua bulan-bulan itu adalah satu. Tuhannya bulan romadhan merupakan tuhannya bulan syawal, juga tuhannya bulan sya’ban dan tuhannya semua bulan.

 

Saudara-saudariku seiman

Sesungguhnya kewajiban kita – orang-orang yang beriman kepada Alloh adalah mentaatiNya, menjauhkan diri dari perilaku ketidak taatan dalam setiap waktu dan kesempatan.

Dengarkan dan tancapkan dilubuk hati kita terdalam, Alloh tuhan kita berfirman,

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِين

Dan sembahlah Tuhanmu sampai datang kepadamu yang diyakini (yaitu : kematian).(Qs. al Hijr : 99)

 

Saudara-saudariku seiman

Kematian, pasti datang menjemput ajal kita, dimana saja kita tengah berada.

Allah azza wa jalla Dzat yang menciptakan kehidupan dan kematian telah berfirman di dalam kitab-Nya yang mulia, al-Qur’an,

[أَيْنَمَا تَكُونُوا يُدْرِكْكُمُ الْمَوْتُ وَلَوْ كُنْتُمْ فِي بُرُوجٍ مُشَيَّدَة [النساء : 78]

Di mana saja kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh…(Qs. an-Nisa : 78)

Dan, oleh karena kematian itu tak pernah memberitahukan kepada kita kapan waktu kedatangannya untuk menjemput kita, maka seyogyanya kita terus berupaya selalu dalam ketaatan kepada-Nya dalam setiap kesempatan sebagai bentuk persiapan terbaik menyambutnya, berpisah dengan kehidupan dunia nan fana. Dengan demikian, kala kematian itu tiba-tiba datang, niscaya husnul khatimah, sesuatu yang sedemikian kita harapkan akan terwujudkan.

Akhirnya, Hanya kepada-Nya-lah kita memohon agar menolong kita untuk senantisa mengingat-Nya, senantiasa bersyukur kepada-Nya dan senantiasa memperbaiki ibadah kita kepada-Nya.

Semoga Allah mengabulkan permohonan kita.

Wallahu A’lam

 

Amar Abdullah bin Syakir

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *