Pemerintah Memerintahkan Untuk Tidak Keluar Rumah, Berdosa Jika Dilanggar!

masjid-4.jpg

­Virus Corona semakin hari semakin banyak merenggut korban jiwa, dan jumlah pasien pun semakin bertambah.

Virus yang sangat mudah menular ini akhirnya membuat pemerintah pusat secara umum atau pemerintah daerah secara khusus, mengeluarkan perintah kepada masyarakat untuk tidak keluar dari rumah jika tidak ada kepentingan, dan bahkan pemerintah juga meliburkan institusi pendidikan dan perkantoran selama 14 hari, sejumlah hitungan hari yang mana virus dapat hinggap ke tubuh seseorang.

­Anjuran ini sedikit banyaknya menimbulkan kontroversi, sebagian orang ada yang menyangsikan perintah sebagai sebuah hal yang harus ditaati, karena sebab perintah ini, shalat berjamaah dan shalat jum’at pun akhirnya terkena imbasnya.

­Maka apakah perintah ini wajib ditaati? sesuai dengan sunnah kah? Atau melanggarnya?

­Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا أَطِيعُوا اللَّهَ وَأَطِيعُوا الرَّسُولَ وَأُولِي الْأَمْرِ مِنْكُمْ ۖ فَإِنْ تَنَازَعْتُمْ فِي شَيْءٍ فَرُدُّوهُ إِلَى اللَّهِ وَالرَّسُولِ إِنْ كُنْتُمْ تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ ۚ ذَٰلِكَ خَيْرٌ وَأَحْسَنُ تَأْوِيلًا

­“Hai orang-orang yang beriman, taatilah Allah dan taatilah Rasul (Nya), dan ulil amri di antara kamu. Kemudian jika kamu berlainan pendapat tentang sesuatu, maka kembalikanlah ia kepada Allah (Al Quran) dan Rasul (sunnahnya), jika kamu benar-benar beriman kepada Allah dan hari kemudian. Yang demikian itu lebih utama (bagimu) dan lebih baik akibatnya.”
(QS Annisa:59)

­Namun di satu sisi Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

“لا طاعة لمخلوق في معصية الله عز وجل”
“Tidak ada ketaatan bagi makhluk pada hal yang menyelisi Allah Azza wa Jalla” (HR Ahmad)

­Maka kemudian Ulama kita meninjau perintah pemerintah yang berdasarkan medis ini, apakah menyelisihi syariat hingga tidak perlu ditaati, atau bagaimana? dan akhirnya MUI pun mengeluarkan fatwa kepada kaum muslimin tentang keringanan tidak shalat berjamaah di masjid dan tidak diadakan shalat jum’at. Berarti perintah pemerintah ini tidak melanggar syariat hingga wajib hukumnya untuk ditaati, sebagaimana yang telah Allah Ta’ala firmankan pada ayat pertama diatas.

­Salah satu yang menjadi dasar fatwa ini adalah kaidah:

(درء المفاسد مقدم على جلب المصالح)
­“Menolak keburukan diutamakan diatas mendulang kebaikan

­Maka, usaha untuk menahan penyebaran virus yang menyebabkan tidak adanya shalat berjamaah di masjid dan shalat jum’at lebih utama. Kaum Muslimin dapat shalat di rumah masing-masing dan mengganti shalat jum’at dengan shalat zuhur.

­Dan usaha menahan penyebaran virus ini bukan semata-mata kebijakan pemerintah yang didasari medis, namun juga sesuai dengan sabda Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam:

إِذَا سَمِعْتُمْ بِهِ [يعني : الطاعون] بِأَرْضٍ فَلَا تَقْدَمُوا عَلَيْهِ ، وَإِذَا وَقَعَ بِأَرْضٍ وَأَنْتُمْ بِهَا فَلَا تَخْرُجُوا فِرَارًا مِنْه.
رواه البخاري (5739) ، ومسلم (2219)

­“Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri. Maka, jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada didaerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya”.
(HR. Bukhari & Muslim)

­Ya, maka tetaplah di rumah, agar tidak pergi ke suatu tempat yang bisa jadi pusat penyebaran virus, dan janganlah keluar rumah bertemu dengan orang lain, karena bisa jadi virus tersebut ada di badan anda dan akhirnya anda menularkan kepada yang lain.

­Jadi, perintah pemerintah disini tidak melanggar syariat, bahkan sesuai dengan sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam, sehingga hukumnya wajib untuk ditaati! Dan melanggarnya sama dengan melanggar perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya, yaitu berdosa.

­Semoga Allah Ta’ala segera mengangkat wabah ini, dan kaum muslimin yang tertular penyakit ini diberi kesembuhan, bagi yang wafat diberikan pahala syahid.
Dan bagi kaum muslimin para pekerja harian yang mentaati perintah ini agar diberi kemudahan oleh Allah Ta’ala dengan bantuan dari pemerintah atau pihak-pihak swasta, karena bagaimanapun, kesehatan diatas segalanya.

 

­Ustadz : Hadromi Lc

 160 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: