Pentingnya Aqidah ..

Pentingnya Aqidah ..

Ketahuilah saudaraku –semoga allah menjagamu- Aqidah yang benar ia adalah asas, dengannya tegak sebuah agama dan diterimanya amalan-amalan.


Allah ta’ala berfirman :

 

قُلۡ إِنَّمَآ أَنَا۠ بَشَرٞ مِّثۡلُكُمۡ يُوحَىٰٓ إِلَيَّ أَنَّمَآ إِلَٰهُكُمۡ إِلَٰهٞ وَٰحِدٞۖ فَمَن كَانَ يَرۡجُواْ لِقَآءَ رَبِّهِۦ فَلۡيَعۡمَلۡ عَمَلٗا صَٰلِحٗا وَلَا يُشۡرِكۡ بِعِبَادَةِ رَبِّهِۦٓ أَحَدَۢا ١١٠

Artinya : “ Sesungguhnya aku ini hanya seorang manusia seperti kalian, yang diwahyukan kepadaku bahwa sesungguhnya Tuhan kalian adalah Tuhan Yang Maha Esa. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”. (Al Kahf : 110)

Allah Azza wa Jalla juga berfirman :

 

وَلَقَدۡ أُوحِيَ إِلَيۡكَ وَإِلَى ٱلَّذِينَ مِن قَبۡلِكَ لَئِنۡ أَشۡرَكۡتَ لَيَحۡبَطَنَّ عَمَلُكَ وَلَتَكُونَنَّ مِنَ ٱلۡخَٰسِرِينَ ٦٥

Artinya : “Dan sungguh, telah diwahyukan kepadamu dan kepada (nabi-nabi) yang sebelummu, “Sungguh, jika engkau mempersekutukan (Allah), niscaya akan terhapuslah amalmu dan tentulah engkau termasuk orang yang rugi.” (Az Zumar : 65)

Ayat-ayat yang mulia ini menunjukan bahwa amalan seorang hamba tidak diterima kecuali amalan itu terbebas dari syirk . Dan perhatian para rasul terhadap perbaikan aqidah pada umat mereka sangat besar.

Allah ta’ala berfirman :

وَلَقَدۡ بَعَثۡنَا فِي كُلِّ أُمَّةٖ رَّسُولًا أَنِ ٱعۡبُدُواْ ٱللَّهَ وَٱجۡتَنِبُواْ ٱلطَّٰغُوتَ .. َ ٣٦

Artinya : “Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu” “ (An Nahl : 36)

Dan penyimpang dari Aqidah yang benar menyebabkan kerugian di akhirat dan kebinasaan.
Ketahuilah saudaraku –semoga allah menjagamu- penyimpangan itu memiliki sebab-sebab yang wajib bagi kita untuk mengetahuinya dan mencegahnya . diantara sebab-sebab pentingnya adalah :


1. Kebodohan terhadap aqidah yang benar, enggan untuk mempelajarinya atau mengajarinya. Atau sedikitnya perhatian terhadapnya. Dengan keadaan seperti ini akan datang generasi yang tidak mengenal aqidah shohihah, maka akan berkeyakinan sebuah kebenaran itu batil dan sebuah kebatilan itu benar, ‘Umar ibn Khottob berkata –semoga allah meridhoinya- :

إنَّمَا تُنْقَضُ عُرَى الْإِسْلَامِ عُرْوَةً عُرْوَةً إذَا نَشَأَ فِي الْإِسْلَامِ مَنْ لَمْ يَعْرِفْ الْجَاهِلِيَّة

“Sesungguhnya ikatan Islam terurai satu per satu apabila di dalam Islam tumbuh orang yang tidak mengetahui perkara jahiliyah.”

2. Ta’asub (fanatisme) terhadap perkataan/keyakinan orang-orang tua walaupun itu batil dan Meninggalkan kebenaran yang menyelisihi perkataan/keyakinan orang-orang tua.


Allah Ta’ala berfirman :

وَإِذَا قِيلَ لَهُمُ ٱتَّبِعُواْ مَآ أَنزَلَ ٱللَّهُ قَالُواْ بَلۡ نَتَّبِعُ مَآ أَلۡفَيۡنَا عَلَيۡهِ ءَابَآءَنَآۚ أَوَلَوۡ كَانَ ءَابَآؤُهُمۡ لَا يَعۡقِلُونَ شَيۡ‍ٔٗا وَلَا يَهۡتَدُونَ ١٧٠


Artinya : “Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Ikutilah apa yang telah diturunkan Allah,” mereka menjawab: “(Tidak), tetapi kami hanya mengikuti apa yang telah kami dapati dari (perbuatan) nenek moyang kami”. “(Apakah mereka akan mengikuti juga), walaupun nenek moyang mereka itu tidak mengetahui suatu apapun, dan tidak mendapat petunjuk.” (Al Baqarah : 170)

Mungkin 2 penyebab ini yang bisa disebutkan pada kali ini..dan masih banyak sebab sebab penyimpangan aqidah yang telah tersebar.. dan para ulama telah mengingatkan pentingnya belajar aqidah yang benar.

Semoga allah menegakkan kita diatas aqidah yang benar, yang lurus, yang dengannya amalan amalan diterima.

Semoga allah mengangkat wabah dari kita semua sehingga bisa menuntut ilmu seperti biasa nya .

Wallahu A’lam bish showab

Bogor 28 Syawal 1441 / 20 Juni 2020

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *