Puasa Membentuk Pribadi Berakhlaq Mulia (4)

puasa11.jpg

Saudaraku…

Kita telah mengetahui beberapa perkara yang merupakan cerminan akhlaq yang mulia yang seseorang dilatih saat ia berpuasa, di antaranya yaitu,

  1. Menahan diri dari sesuatu yang menyenangkan nafsu demi mentaati Allah tabaraka wata’ala, sebagaimana bahasan kita pada edisi pertama .
  2. Melatih diri agar lisan terjaga dari perkara yang tidak baik sebagai mana bahasan kita pada edisi kedua.
  3. Bagaimana seseorang mentaati perintah Allah tabaraka wata’ala karena didorong oleh keimanan yang ada dalam dirinya kepada Dzat yang memerintahkan kepadanya tanpa diiringi dengan keraguan sedikitpun dan seseorang berharap balasan  dari amalnya tersebut kepada Allah tabaraka wata’ala bukan kepada yang lainnya. sebagai mana bahasan kita pada edisi ketiga.
  4. Seorang yang berpuasa dilatih untuk memiliki harapan yang sangat besar dalam dirinya bahwa dosa-dosa yang pernah dilakukannya akan mendapat pengampunan dari Dzat yang Maha Pengampun, yaitu Allah tabaraka wata’ala. sebagai mana bahasan kita pada edisi ketiga pula.

Selanjutnya, pada edisi kita kali ini kita akan coba menggali sisi pendidikan akhlaq yang lainnya dalam puasa.

Pembaca yang budiman, saudara ku yang tengah berpuasa…

Jika anda bertanya kepada diri anda sendiri dan memberikan jawab secara jujur tentang “apa yang dirasakan diri anda saat berpuasa?” nampaknya “lapar dan dahaga” merupakan salah satu jawaban yang akan anda kemukakan. Benarkan?

Baiklah… saudaraku…

Sesungguhnya kondisi yang anda rasakan tersebut mengingatkan anda kepada saudara-saudara anda lainnya yang kondisi keseharian sama dengan anda saat anda berpuasa. Bedanya, rasa lapar dan haus anda berakhir pada saat anda berbuka. Sedangkan saudara anda sangat boleh jadi terus merasakan lapar dan dahaga tersebut lebih lama dari pada diri anda. Dan, sangat boleh jadi sampai berhari-hari bahkan berbulan-bulan.

Kondisi ini, sungguh mengharuskan anda mengaca diri, melihat kembali kepada diri anda betapa Allah telah memberikan nikmat lebih kepada anda, yang tidak didapatkan oleh saudara anda orang-orang yang kondisinya telah saya sebutkan tadi. Hal ini, mengharuskan anda untuk banyak-banyak bersyukur kepada Allah ta’ala Dzat yang telah memberikan nikmat itu kepada anda. Allah mengingatkan anda dalam firmanNya,

وَرَزَقَكُمْ مِنَ الطَّيِّبَاتِ لَعَلَّكُمْ تَشْكُرُونَ

dan diberi-Nya kamu rezeki dari yang baik-baik agar kamu bersyukur. (Qs.al Anfal: 26).

Pertanyaannya, “bagaimana cara anda bersyukur?” maka, caranya adalah:

Pertama, Anda harus yakin dengan seyakin-yakinnya 100%, tanpa keraguan sedikitpun bahwa apa yang anda nikmati itu adalah pemberian Allah ta’ala.

Kedua, Anda hendaknya memuji Allah ta’ala, sebagai ungkapan syukur anda kepadaNya.

Ketiga, Anda hendaknya mendaya gunakan nikmat tersebut di jalan yang diridhaiNya, baik anda memanfaatkannya untuk kepentingan diri anda sindiri, atau keluarga anda, maupun anda berbagai dengan saudara anda untuk ikut serta menikmatinya.

Saudaraku, bulan ramadhan yang kita tengah berada di dalamnya sesungguhnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah memberikan motivasi kepada kita agar kita berbagi dengan orang lain, tidak terbatas kepada saudara kita yang tidak mampu, namun bersifat umum. Meskipun tentu, berbagi dengan orang yang tidak mampu akan bernilai plus. Motivasi Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam itu terdapat dalam sabdanya, perhatikanlah… beliau bersabda,

أَفْضَلُ الصَّدَقَةِ صَدَقَةٌ فِي رَمَضَانَ. (أخرجه الترمذي)

 “Seutama-utama shadaqah adalah pada bulan Ramadhan.” (HR. At-Tirmidzi )

Motivasi lainnya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

منْ فَطَّرَ صَائِمًا كَانَ لَهُ مِثْلَ أَجْرِهِ غَيْرَ أَنَّهُ لاَ يُنْقَصُ مِنْ أَجْرِ الصَّائِمِ شَيْءٌ.

“Barangsiapa menyediakan makanan berbuka bagi orang yang berpuasa, niscaya ia akan mendapat pahala seperti orang yang berpuasa tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikitpun.” (HR. Ahmad dan An-Nasai serta dinyatakan shahih oleh Al-Albani).

Pembaca yang budiman…

Beliau shallallahu ‘alaihi wasallam, disamping memberikan motivasi kepada kita, beliau juga mewujudkan votivasi itu pada dirinya. Rasulullah shallallaahu alaihi wasallam adalah orang yang sangat dermawan, dan kedermawanan beliau semakin bertambah pada bulan Ramadhan. Kebaikan-kebaikan yang beliau lakukan pada bulan itu melebihi angin yang berhembus.”  Allohu akbar…

Saudaraku…

Tentu, ini merupakan pendidikan akhlaq yang luar biasa. Akhirnya, semoga Allah subhanahu wata’ala memberikan taufiq kepada kita sehingga dapat meneladani akhlaq nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, yang telah ditegaskan oleh Allah dalam firmanNya,

وَإِنَّكَ لَعَلَى خُلُقٍ عَظِيمٍ

“Dan sesungguhnya kamu benar-benar berbudi pekerti yang agung.” (Qs. Al-Qolam: 4)

Allahu ‘alam.

Semoga sholawat dan salam senantiasa tercurah kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan para sahabat beliau.  Bersambung insyaa Allah (Abu Umair)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: