Puasa Membentuk Pribadi Berakhlaq Mulia (5)

perahu-kuning.jpg

Saudaraku…

Kita telah mengetahui beberapa perkara yang merupakan cerminan akhlaq yang mulia yang seseorang dilatih saat ia berpuasa, di antaranya yaitu,

  1. Menahan diri dari sesuatu yang menyenangkan nafsu demi mentaati Allah tabaraka wata’ala, sebagaimana bahasan kita pada edisi pertama .
  2. Melatih diri agar lisan terjaga dari perkara yang tidak baik sebagai mana bahasan kita pada edisi kedua.
  3. Bagaimana seseorang mentaati perintah Allah tabaraka wata’ala karena didorong oleh keimanan yang ada dalam dirinya kepada Dzat yang memerintahkan kepadanya tanpa diiringi dengan keraguan sedikitpun dan seseorang berharap balasan  dari amalnya tersebut kepada Allah tabaraka wata’ala bukan kepada yang lainnya. sebagai mana bahasan kita pada edisi ketiga.
  4. Seorang yang berpuasa dilatih untuk memiliki harapan yang sangat besar dalam dirinya bahwa dosa-dosa yang pernah dilakukannya akan mendapat pengampunan dari Dzat yang Maha Pengampun, yaitu Allah tabaraka wata’ala. sebagai mana bahasan kita pada edisi ketiga pula.
  5. Seorang yang berpuasa terdidik untuk bersyukur atas karunia yang Alloh berikan kepadanya, terdidik untuk saling berbagi dengan orang lain, memiliki perhatian kepada orang lain, sebagaimana bahasan kita pada edisi yang lalu (keempat)

Selanjutnya, pada edisi kita kali ini kita akan coba menggali sisi pendidikan akhlaq yang lainnya dalam puasa.

Pembaca yang budiman, saudara ku yang tengah berpuasa…

Penulis yakin bahwa anda pasti mengetahui bahwa orang yang berpuasa ia memulai puasanya tersebut sejak terbit fajar shadiq dan mengakhirinya saat tenggelam mata hari. Anda dibolehkan untuk makan dan minum sepanjang belum terbit fajar,

وَكُلُوا وَاشْرَبُوا حَتَّى يَتَبَيَّنَ لَكُمُ الْخَيْطُ الْأَبْيَضُ مِنَ الْخَيْطِ الْأَسْوَدِ مِنَ الْفَجْرِ

“…dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar.” (QS. Al-Baqarah: 187).

Anda tidak dibolehkan melakukan hal-hal yang akan membatalkan puasa anda atau membatalkan pahala pausa anda sepanjang anda tengah berpuasa di siang hari hingga tiba saatnya anda berbuka  yaitu saat tenggelamnya matahari. Saat anda berpuasa anda hendaknya memperbanyak amal shaleh, baik berupa membaca Al-Qur’an, mentadaburinya, besedekah dan lain sebagainya. Bahkan, di malam harinya anda melaksanakan shalat tarawih berjamaah bersama imam di masjid.

Pembaca yang budiman…

Kesemuanya itu ada satu pendidikan akhlaq yang sangat baik, dua diantaranya yaitu:

  1. Kedisiplinan
  2. Keistiqamahan dan penambahan kebaikan

Anda dilatih untuk berdisiplin melalui batasan waktu yang ditentukan, kapan anda memulai berpuasa dan kapan anda mengakhirinya. Jika anda tidak berdisiplin data memulainya maka puasa anda tidak sah. Misalnya, anda tahu bahwa fajar shadiq telah tiba, namun anda terus saja melanjutkan makan dan minum anda, maka puasa anda tidak sah. Demikian pula bila anda tidak berdisiplin dalam mengakhiri puasa anda, semisal matahari belum tenggelam anda makan atau minum misalnya sementara tak ada penghalang bagi anda untuk terus melanjutkan puasa anda, anda sedang tidak sakit , sedang tidak dalam bepergian, atau hal lainnya yang membolehkan anda untuk tidak berpuasa, maka puasa anda tidak sah. Anda telah melakukan dosa besar, Lebih dari itu, anda terancam dengan siksaan Alloh ta’ala, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam telah bersabda tentang mimpi yang pernah ia saksikan:

حَتَّى إِذَا كُنْتُ فِي سَوَاءِ اْلجَبَلِ إِذَا بِأَصْوَاتٍ شَدِيْدَةٍ، قُلْتُ: مَا هَذِهِ اْلأَصْوَاتِ ؟ قَالُوا: هَذَا عَوَاءُ أَهْلِ النَّارِ، ثُمَّ اِنْطَلَقَ بِي، فَإِذَا أَنَا بِقَوْمٍ مُعَلَّقِينَ بِعَرَاقِيْـبِهِمْ، مُشَقَّقَةً أَشْدَاقُهُمْ، تَسِيْلُ أَشْدَاقُهُمْ دَمًا، قَالَ: قُلْتُ: مَنْ هَؤُلاَءِ؟ قَالَ: الَّذِيْنَ يَفْطُرُوْنَ قبْلَ تَحِلَّةَ صَوْمِهِمْ

“Sampai ketika aku berada di tengah gunung, tiba-tiba terdengar suara-suara yang sangat keras. Maka aku bertanya, “Suara apa ini?” Mereka menjawab, “Ini adalah teriakan penghuni neraka.” Kemudian dia (Jibril) membawaku pergi, tiba-tiba aku telah berada di hadapan suatu kaum yang digantung dengan kaki di atas dan sudut mulut mereka terkoyak, dari sudut mulut mereka bercucuran darah. Maka aku bertanya, “Siapa mereka?” Jibril menjawab, “Mereka adalah orang-orang yang berbuka puasa sebelum sampai waktunya.” (Shahihut Targhib wat Tarhib: 1/420)

Adapun keistiqomahan, anda dilatih pada saat anda menjalankan puasa. Begitu juga, perihal penambahan kebaikan. Bahkan, setelah anda mengakhiri puas anda. Saat anda berbuka, anda tidak lupa untuk berdoa kepada Alloh dengan doa yang dicontohkan oleh nabi Anda Muhammad shallallohu ‘alaihi wasallam,

ذَهَبَ الظَّمَـأُ، وابْــتَلَّتِ العُرُوقُ، وثَــبَتَ الأَجْرُ إِن شَاءَ اللهُ

Dzahaba-zh Zama’u, Wabtalati-l ‘Uruuqu wa Tsabata-l Ajru, Insyaa Allah.

“Telah hilang dahaga, urat-urat telah basah, dan telah diraih pahala, insya Allah.”

Kemudian, selepas isa anda Sholat tarowih bersama imam di masjid. Ini juga merupakan penambahan amal kebaikan.

Akhirnya, mudah-mudahan Allah ta’ala memberikan taufiq kepada kita sehingga kita dapat turus melestarikan kedisiplinan dan kesitiqomahan serta penambahan kebaikan. Allahu ‘alam.

Semoga shalawat dan salam senantiasa tercurah kepada nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, keluarga dan para sahabat beliau. (Abu Umair)

439 kali dilihat, 2 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: