Rasa Malu adalah Akhlak Para Nabi

Malu adalah akhlak mulia yang dicintai Allah, Rasul-Nya, dan seluruh makhluk. Supaya kehidupan rumah tangga tetap eksis, hendaknya kedua pasangan secara khusus menaruh perhatian pada sifat malu ini. Keduanya harus menghindari kebiasaan ucapan atau perbuatan buruk di depan pasangannya, anak-anaknya, orang lain, atau malaikat sebelum ia malu di hadapan rabbnya. Saat itulah mereka akan menebar kebahagiaan hakiki yang akan dirasakan seluruh penghuni rumah. Seperti inilah seharusnya anak-anak dididik sejak dini, terlebih bagi anak perempuan.

Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

مَا كَانَ الْفُحْشُ فِي شَيْءٍ إلَّا شَانَهُ وَمَا كَانَ الْحَيَاءُ فِي شَيْءٍ إلَّا زَانَهُ

Tidaklah sifat keji ada dalam sesuatu melainkan akan memburukkannya, dan tidaklah sifat malu ada dalam sesuatu melainkan akan menghiasinya.” (HR. At-Tirmidzi)

Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

اَلْحَيَاءُ وَالْإِيْمَانُ قُرَنَاءُ جَمِيْعًا فَإِذَا رُفِعَ أَحَدُهُمَا رُفِعَ الْآخَرُ

Malu dan iman itu beriringan, jika salah satunya dicabut maka yang lain ikut tercerabut (Shahih al-Jami)

Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

إِنَّ لِكُلِّ دِيْنٍ خُلُقًا، وَإِنَّ خُلُقَ الْإِسْلَامِ الْحَيَاءُ

Sesungguhnya setiap agama memiliki akhlak, dan akhlak Islam adalah sifat malu(Shahih Ibnu Majah)

Dari Abu Said al-Khudriy-semoga Allah meridhainya- berkata, ‘Adalah Nabi-shallallahu ‘alaihi wasallam- lebih pemalu daripada gadis pingitan. Jika beliau melihat sesuatu yang tidak disukai, kami dapat mengetahuinya dari wajah beliau (Shahih al-Bukhari)

Sifat malu terbagi menjadi empat ; malu kepada Allah, malu kepada Malaikat, malu kepada orang lain, dan malu kepada diri sendiri. Yang menjadi pondasi adalah malu kepada Allah, yaitu kamu malu Allah melihatmu dalam kondisi bermaksiat kepada-Nya. Siapa yang malu kepada Allah ta’ala, maka ia telah menyempurnakan sifat malu lainnya.

Seorang penyair berkata :

Perangai terbaik bagi gadis adalah sifat malunya

Begitu pula dengan remaja, sifat malu akan menambah mulia

Harta karun dan pondasi akhlak adalah

Sifat malu karena panggilan iman

Wallahu A’lam

Sumber :

Dinukil dari “ Tis’un Wa Tis’una Fikrah li Hayah Zaujiyah Sa’idah”, karya : Dr. Musyabbab bin Fahd al-Ashimi (ei, hal. 101-102)

Amar Abdullah bin Syakir

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *