Rumput Tetangga Lebih Hijau: Zina yang Paling Memalukan

gdng-3.jpg

Dalam Islam, diperintahkan kepada setiap muslim untuk dapat bermuamalah kepada tetanggannya sebaik mungkin sebagaimana ia ingin dirinya diperlakukan sebaik mungkin, dan benci jika dirinya diperlakukan dengan tidak baik apalagi dirampas hak-haknya.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

لَا يُؤْمِنُ أَحَدُكُمْ حَتَّى يُحِبَّ لِأَخِيهِ أَوْ قَالَ لِجَارِهِ مَا يُحِبُّ لِنَفْسِهِ

“Tidaklah salah seorang dari kalian beriman hingga dia mencintai untuk saudaranya, atau dia mengatakan, ‘untuk tetangganya sebagaimana yang ia cintai untuk dirinya sendiri.” (HR Muslim)

Lihatlah hadits diatas, memperlakukan tetangga dengan baik sampai-sampai dijadikan standar sebuah kesempurnaan iman seorang muslim, maka hal tersebut menunjukkan betapa besarnya hak tetangga dan besarnya kewajiban bertetangga dengan baik.

Setidaknya ada 6 hak seorang muslim atas muslim lainnya, yak bermakna pula setiap muslim memiliki 6 kewajiban yang harus ditunaikannya kepada sesame muslim, yaitu yang termaktub pada hadits berikut:

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ قِيلَ مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَكَ فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ

Dari [Abu Hurairah] bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Hak seorang muslim terhadap seorang muslim ada enam perkara.” Lalu beliau ditanya; ‘Apa yang enam perkara itu, ya Rasulullah? ‘ Jawab beliau: (1) Bila engkau bertemu dengannya, ucapkankanlah salam kepadanya. (2) Bila dia mengundangmu, penuhilah undangannya. (3) Bila dia minta nasihat, berilah dia nasihat. (4) Bila dia bersin lalu dia membaca tahmid, doakanlah semoga dia beroleh rahmat. (5) Bila dia sakit, kunjungilah dia. (6) Dan bila dia meninggalkan, ikutlah mengantar jenazahnya ke kubur.’ (HR Muslim)

Maka, setelah melihat besarnya perhatian Islam pada masalah bertetangga, maka sungguh sangat tidak layak, keji dan sangat memalukan apabila jadinya seorang tetangga yang harus menjadi penjaga bagi keluarga tetangganya justru yang menjadi pengganggu istri tetangga dan berbuat keji dengannya, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bahkan sampai menyebutkan secara khusus besarnya dosa perbuatan ini, meski secara umum zina sudah dikategorikan dosa besar, yaitu hadits beliau:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ قُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ أَيُّ الذَّنْبِ أَعْظَمُ قَالَ أَنْ تَجْعَلَ لِلَّهِ نِدًّا وَهُوَ خَلَقَكَ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ أَنْ تَقْتُلَ وَلَدَكَ مِنْ أَجْلِ أَنْ يَطْعَمَ مَعَكَ قُلْتُ ثُمَّ أَيٌّ قَالَ أَنْ تُزَانِيَ حَلِيلَةَ جَارِكَ

Dari [Abdullah] radliallahu ‘anhu mengatakan; Saya bertanya; ‘ya Rasullah, Dosa apa yang paling besar? ‘ Beliau menjawab: “engkau menjadikan tandingan bagi Allah padahal Dia-lah yang menciptakanmu.” ‘kemudian apa? ‘ tanyaku. Beliau menjawab; “engkau membunuh anakmu karena khawatir akan makan bersamamu.” Lanjutku; ‘kemudian apa? ‘ beliau menjawab; “engkau berzina dengan istri tetanggamu.” (HR Bukhari)

Untuk itu, hendaklah setiap orang untuk menjaga matanya terutama dan tetap menjaga jarak selanjutnya, dan tidak berinteraksi melebihi apa-apa yang diperlukan. Karena sungguh, dosa ini setelah konsekuensinya yang besar ia juga sangat memalukan dan keji, yang bukan hanya menunjukkan keimanan yang tidak beres dan juga akal yang lemah yang tidak dapat mengkontrol perbuatan dan tindakan.

 

Semoga Allah Ta’ala menjaga keluarga-keluarga kaum muslimin…

 

 

Ustadz hadromo Lc

90 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: