Sanjungan yang Luar Biasa !

Mereka Beriman dan Beramar Ma’ruf Nahi Munkar

­Allah-azza wa jallaberfirman,

يُؤْمِنُوْنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَيُسَارِعُوْنَ فِي الْخَيْرَاتِ وَأُولَئِكَ مِنَ الصَّالِحِيْنَ

Mereka beriman kepada Allah dan hari Akhir, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar ­dan bersegera kepada (mengerjakan) ­ber­­bagai kebajikan; mereka itu termasuk orang-orang yang saleh ­(Qs. Ali Imran : 114)

 

Yang masyhur dari banyak kalangan ahli tafsir –sebagaimana disebutkan Muhammad bin Ishak dan yang lainnya- dan diriwayatkan oleh al-‘Aufiy dari Ibnu Abbas-semoga Allah merahmatinya- bahwa ayat-ayat ini turun terkait dengan orang yang beriman dari kalangan orang-orang alim ahli kitab seperti Abdullah bin Salam, Asad bin ‘Ubaid, Tsa’labah bin Sa’yah, Usaid bin Sa’yah dan yang lainnya.

Al-Jashshash berkata : Firman Allah,

يُؤْمِنُوْنَ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

Mereka beriman kepada Allah dan hari Akhir, mereka menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar…­(­Qs. Ali ‘Imran : 114)

merupakan sifat untuk mereka orang-orang yang beriman dari kalangan ahli kitab ; karena mereka beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan mereka menyeru manusia untuk membenarkan Nabi-shallallahu ‘alaihi wasallam-, mengingkari orang-orang yang menyelisihinya. Maka, mereka menjadi termasuk golongan orang-orang yang Allah berfirman tentang mereka,

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ وَتُؤْمِنُوْنَ بِاللَّهِ

Kalian adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah­(Qs. Ali Imran : 110)

  • Firman-Nya,

وَيَأْمُرُوْنَ بِالْمَعْرُوْفِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

mereka menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar.

Al-Alusiy –semoga Allah merahmatinya-mengatakan :

Di dalamnya terdapat isyarat akan banyaknya bagian mereka berupa keutamaan menyempurnakan orang lain setelah pengisyaratan kepada banyaknya keutamaan yang mereka dapatkan dengan menyempurnakan diri sendiri…(Ruuhul Ma’aniy, 4/34)

  • Firman-Nya,

وَيُسَارِعُونَ فِي الْخَيْرَاتِ

dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan.

Ar-Raziy-semoga Allah merahmatinya-mengatakan :

Firman-Nya ini ada dua makna,

Pertama, Mereka saling berlomba untuk mengerjakannya karena khawatir mereka akan segera meninggal dunia.

Kedua, Mereka melakukannya tanpa merasa berat di dalam mengerjakannya. (Mafaatiih al-Ghaib, 8/166)

  • Dan, Firman-Nya,

وَأُولَئِكَ مِنَ الصَّالِحِيْنَ

mereka itu termasuk orang-orang yang saleh

Ini merupakan isyarat bahwa barang siapa yang mengumpulkan pada dirinya sifat-sifat tersebut (yakni, beriman kepada Allah, beriman kepada hari Akhir, Amar Makruf, Nahi Munkar, dan bersegera kepada (mengerjakan) pelbagai kebajikan-pen) tergolong orang-orang yang shaleh, orang-orang yang kondisinya baik menurut Allah, dan Allah pun meridhai mereka. Dan, ini merupakan sanjungan yang luar biasa.

& Faedah dan Pelajaran :

Di antara faedah dan pelajaran yang dapat kita petik dari ayat yang mulia ini adalah :

1. Di dalam ayat ini terdapat dalil yang menunjukkan bahwa termasuk sifat orang-orang yang shaleh adalah sifat-sifat yang disebutkan dalam ayat ini, antara lain adalah Amar Makruf dan Nahi Munkar. Dan, barang siapa yang tidak beramar makruf dan nahi munkar maka ia tidak berhak menyandang status sebagai orang shaleh.

2. Ayat yang mulia ini juga menunjukkan bahwa orang-orang yang sekedar beriman namun tidak beramar makruf nahi mungkar tidaklah cukup menunjukkan keshalehan diri mereka.

Abu Hamid al-Ghazaliy-semoga Allah merahmatinya- mengatakan :

(Allah) tidak bersaksi atas mereka akan kesholehan mereka   hanya dengan sekedar mereka beriman kepada Allah dan hari Akhir, sehingga Dia menambahkan kepada sifat tersebut berupa Amar Makruf dan Nahi Munkar. (Ihya ‘Ulumuddin, 2/307).

3. Di dalam ayat ini juga menunjukkan bahwa seorang muslim hendaknya menyematkan sifat Amar Makruf dan Nahi Munkar pada dirinya dan berhias diri dengannya sehingga ia termasuk golongan orang yang disebutkan oleh Allah,

وَأُولَئِكَ مِنَ الصَّالِحِيْنَ

    mereka itu termasuk orang-orang yang saleh.

4. Allah menggunakan ungkapan, أُولَئِكَ (mereka itu) dalam firman-Nya tersebut untuk menunjukkan betapa tingginya derajat dan kedudukan mereka, orang-orang yang shaleh itu (di sisi Allah azza wa jalla).

5. Di dalam ayat ini juga menunjukkan keutamaan berlomba dalam melakukan pelbagai kebaikan.

6. Di dalam ayat ini juga menunjukkan keutamaan Amar Makruf Nahi Munkar.

7. Di dalam ayat ini juga menunjukkan keutamaan seorang ahli kitab apabila ia masuk Islam dan baik keislamannya.

Dalam hadis disebutkan, bahwa Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

ثَلاَثَةٌ يُؤْتَوْنَ أَجْرَهُمْ مَرَّتَيْنِ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ آمَنَ بِنَبِيِّهِ وَأَدْرَكَ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- فَآمَنَ بِهِ وَاتَّبَعَهُ وَصَدَّقَهُ فَلَهُ أَجْرَانِ…

Tiga golongan manusia di mana mereka diberikan pahala mereka dua kali; seorang dari kalangan ahli kitab, ia beriman dengan nabinya, dan mendapatkan Nabi-shallallahu ‘alaihi wasallam-, lalu ia pun beriman kepadanya dan mengikuti (ajaran)nya serta membenarkannya, maka baginya dua pahala…(Shahih Muslim, no. 404)

Akhirnya, semoga Allah azza wa jalla memasukkan kita semua ke dalam golongan mereka itu, orang-orang yang shaleh. Aamiin

 

Wallahu A’lam

 

Sumber :

“Waqafaat Ma-‘a Aayaati al-Hisbah Fii al-Qur’an al-Karim“, karya : Abu Abdurrahman Shadiq bin Muhammad al-Hadiy, hal.71-82, dengan ringkasan.

 

Amar Abdullah bin Syakir

 

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *