Sebab-Sebab Tersebarnya Sihir dan Solusinya

perahu-kuning.jpg

Mengapa sihir tersebar di mana-mana ?

Berikut inilah beberapa sebabnya, yaitu :

1. Lemahnya Iman Di Dalam Diri Kita

Padahal iman merupakan benteng terbesar dan pencegah setiap fitnah, keburukan dan hal-hal yang tidak disukai. Allah subhanahu watat’ala berfirman,

وَمَنْيُؤْمِنْبِاللَّهِيَهْدِقَلْبَهُ

 “Dan barangsiapa yang beriman kepada Allah, niscaya Dia akan memberi petunjuk kepada hatinya.” (QS.at-Taghabun:11).
Di dalam sebuah hadits dinyatakan, “Sesungguhnya iman menjadi usang di hati salah seorang di antara kamu seperti usangnya pakaian. Karena itu, mintalah kepada Allah agar memperbarui iman di dalam hati kamu.” (Shahih al-Jami, al-Albani, II:56).
Ketika pengharapan kepada Allah subhanahu wata’ala melemah, rasa takut kepada-Nya berkurang, aspek tawakkal kepada-Nya, ridha terhadap takdir-Nya serta keyakinan terhadap pembagian-Nya goyah, maka sebagian orang menolerir diri untuk pergi menemui para tukang sihir dan dukun sehingga semakin lemahlah iman mereka, harta dan akal pikiran mereka pun terampas.!!

2. Bodoh terhadap Hukum-hukum Syari’at

Demikian juga bodoh terhadap ancaman-ancaman syari’at atas orang-orang yang mendatangi para tukang sihir, para peramal dan dukun itu, terlebih bahayanya terhadap keyakinan dan agama. Apakah akan tetap pergi mendatangi mereka, orang yang mengetahui dan mengagungkan sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam,

« مَنْأَتَىعَرَّافًافَسَأَلَهُعَنْشَىْءٍلَمْتُقْبَلْلَهُصَلاَةٌأَرْبَعِينَلَيْلَةً ».

“Barangsiapa yang mendatangi para peramal, lalu menanyakan sesuatu kepadanya, maka tidak diterima baginya shalat empat puluh malam.” (HR. Muslim).

Apalagi bila sampai bertanya kepada mereka lalu membenarkannya, maka dosanya akan lebih besar lagi. Rasulullahshallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

منأتىعرافاأوكاهنافصدقهفيمايقولفقدكفربماأنزلعلىمحمدصلىاللهعليهوسلم

“Barangsiapa yang mendatangi para peramal atau dukun, lalu membenarkan apa yang dikatakannya, maka ia telah kafir terhadap wahyu yang diturunkan kepada Muhammad.” (HR. al-Hakim, Hadits Shahih)

3. Keluguan Sebagian Kaum Muslimin dan Kejahilan Mereka akan Kondisi Para Tukang Sihir dan Dukun Itu

Mereka pergi mendatangi para tukang sihir, dukun atau peramal itu dengan penilaian baik terhadap mereka padahal pengobatan yang mereka berikan hanya hal yang membahayakan, tidak bermanfa’at sama sekali; prediksi-prediksi, ilusi, jampi-jampi dan tulisan-tulisan yang dijual dengan harga mahal.! Padahal bagi orang yang berakal, tidak sebanding dengan satu sen pun.!! Bahkan sebaliknya, bila kita memperhatikan kondisi para peramal itu, pasti kita akan mendapatkan hal yang sungguh aneh dan yakin seyakin-yakinnya, bahwa sebenarnya, merekalah manusia yang amat memerlukan pengobatan dan rehabilitasi.!!

 

4. Kejamnya Gaya Hidup Materialistis Modern

Hal ini membuat hati menjadi keras, sumber-sumber kebaikan mengering dari ruh-ruh kebanyakan manusia. Akibatnya, timbul gangguan jiwa, gejala kecemasan semakin tinggi. Parahnya lagi, orang-orang yang sakit jiwanya itu malah mengira bahwa kesembuhan mereka berada di tangan para tukang sihir dan dukun itu, lalu pergi mengetuk pintu rumah mereka, merogoh kocek yang banyak berharap kesembuhan dari mereka, na’udzu billahi min dzalik.!

5. Rumah Kaum Muslimin Ada yang Dijadikan Sarang Setan

Akibatnya, tidak ada lagi dzikrullah di dalamnya, tidak ada bacaan al-Qur’an, tidak ada lagi wirid-wirid dan doa-doa perlindungan yang disyari’atkan yang sesungguhnya dapat membuat setan pergi. Rumah itu hanya dipenuhi kemungkaran, buku-buku dan majalah-majalah tak senonoh dan minuman keras. Rumah yang secara fisik kokoh dan bagus itu sebenarnya telah menjadi tempat berteduhnya setan-setan. Para penghuninya tertimpa berbagai penyakit di mana kemudian mereka mengira bahwa tidak ada jalan keluar selain melalui sihir dan perdukunan. Demikianlah penyakit ini menyebar dan setiap manusia yang menjauh dari Allah subhanahu wata’ala dan manhaj-Nya, maka akan semakin besar kebingungan mereka, dan semakin banyak bencana menimpa.!!

6. Lemahnya Peran Ulama, Pakar dan Para Pendidik

Mereka tidak lagi berperan dalam memberikan peringatan akan bahaya sihir, menjelaskan dampak-dampak negatif yang ditimbulkan apabila masyarakat mendatangi para tukang sihir dan peramal (paranormal). Seharusnya, permasalahan seperti ini perlu dibuatkan seminar khusus, disorot dari aspek agama dan sosial di beragam media massa, sehingga umat menjadi tanggap dan peka dan tidak lagi percaya dengan hal-hal semacam itu.!

7. Tidak Diterapkannya Hukum Allah subhanahu wata’ala terhadap Tukang Sihir

Bilamana para tukang sihir dibiarkan dan tidak dipantau secara serius, maka semakin merebak dan maraklah aktivitas mereka yang merusak itu. Terkadang bisa jadi, karena tidak adanya kerja sama masyarakat lantaran kurang atau tidak adanya rasa takut mereka kepada Allah subhanahu wata’ala. Akan tetapi yang lebih penting lagi adalah bagaimana sikap tegas penguasa terhadap prilaku para tukang sihir tersebut, yakni bila hukum Allah subhanahu wata’ala ditegakkan, pastilah masalahnya selesai. Sebab sebagaimana dalam hadits shahih (mauquf) telah disebutkan,

حدالساحرضربةبالسيف

“Hadd (hukuman) atas pelaku sihir adalah dipenggal dengan pedang.” (HR. at-Tirmidzi, disetujui adz-Dzahabi)

8. Publikasi yang Menyesatkan

Dalam artian, bilamana secara sengaja atau tidak, kegiatan sejumlah tukang sihir, dukun atau peramal dipublikasikan kepada masyarakat seperti bila kebetulan dalam kasus tertentu ada sebagian orang yang berhasil sembuh melalui tangan mereka. Maka ini akan menyebabkan manusia yang lemah imannya semakin mempercayai dan berdatangan kepada mereka.

Demikian di antara sebab-sebab mengapa sihir dan para pelakunya demikian marak tersebar di negara-negara kaum muslimin.

Solusi :

Solusi dan jalan keluar dari hal itu, adalah dengan ;

  1. Mengantisipasi dan menyadari dampak buruk yang ditimbulkannya.
  2. Memperbarui keimanan di dalam jiwa setiap Muslim,
  3. Menyebarkan ilmu berkenaan dengan masalah-masalah aqidah,
  4. Menyugesti instansi-instansi pemerintah dan lembaga swadaya masyarakat yang terkait dengan kewenangan mengontrol.
  5. Memperbaiki rumah dengan menyemarakkan dzikir, shalat dan tilawah al-Qur’an,
  6. Memberikan penyuluhan kepada para wanita agar menjaga diri mereka dengan tetap di rumah sebab mereka sangat rentan menjadi korban sihir.
  7. Terakhir, yang menjadi benteng paling mujarab adalah menjaga dan komitmen terhadap wirid-wirid dan dzikir-dzikir syari’at yang dibacakan di pagi dan sore hari. Wallahu a’lam.

 

Sumber: Syu’a’ Min al-Mihrab: as-Sihr, Haqiqatuhu, Wa Hukmuhu Wa Limadza Yantasyiru, karya Dr. Sulaiman bin Hamad dengan sedikit gubahan.


Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel Hisbah.net di Fans Page Hisbah

Twitter @hisbahnet, Google+ Hisbahnet

416 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: