Sebuah Nasihat yang Tulus

dasbor.jpg

Ukhti, saudari muslimah, Allah telah memuliakanmu dengan Islam dan telah melapangkan dadamu dengan iman serta telah memberimu hak-hak dan kewajiban yang belum pernah diperoleh oleh seorang wanita pada umat manapun sebelumnya. Hak-hak dan kewajiban yang tiada bandingannya di dunia kemanusiaan itu memberimu segala hak untuk bangga dengan keislamanmu dan berpegang teguh dengan ajaran-ajarannya yang merupakan jalan yang dapat mengantarmu menuju kebahagiaan di dunia dan akhiratmu.

Agar anda bisa secara sempurna mengetahui keistimewaan-keistimewaan luar biasa yang diberikan oleh agama suci ini kepadamu, maka anda harus melakukan studi yang mendalam terhadap ajaran-ajarannya, agar anda mempunyai pandangan jelas dan kepuasan bahwa agama suci yang abadi ini (Islam) telah memberikan kepadamu hal-hal yang sangat banyak sekali. Dari sini niscaya anda mengetahui dengan sempurna bahwa apa yang dilakukan oleh sebagian wanita muslimah dan wanita-wanita yang terpengaruh dengan kebudayaan asing (non Islam), seperti propaganda “berikanlah kepada kaum wanita hak-haknya”, itu sebenarnya hanyalah tindakan yang tidak dipelajari, yang berlindung dibalik seruan yang tidak ada hubungannya sama sekali dengan kondisi wanita di bawah naungan Islam.

Saudariku, wanita muslimah. Anda hidup di bawah naungan agama Islam yang mencakup seluruh aspek kehidupan secara terhormat dan dimuliakan, diliputi oleh rasa iman kepada Allah dan anda dilindungi oleh ajaran Dinul Islam, agama penutup semua agama dengan penuh perhatian dan perlindungan. Anda di bawah naungan Dinul Islam ini harus mempunyai kepribadian yang unggul daripada wanita-wanita non Islam lainnya. Melalui komitmen anda terhadap perintah-perintah Allah, anda akan memberikan gambar atau sosok wanita muslimah yang shalihah, dan melalui keluhuran budi pekerti serta akhlakmu anda telah memberikan contoh dan teladan dalam kebersihan diri, kemuliaan dan kesucian kehormatan. Ketika anda berbudi luhur dan berakhlak mulia seperti itu maka anda berarti telah memberikan kesan yang benar tentang akhlak mulia, kehormatan yang suci dan akal yang sehat yang dikehendaki oleh Dinul Islam bagi perempuan.

Saudariku wanita muslimah, Jangan anda terpedaya dengan keindahan dunia fana ini, karena akan membuat anda lupa akan akhir dari kehidupan. Jangan sekali-kali anda terperangkap di dalam taklid dan kebudayaan yang datang dari luar, karena akan membuat anda terseret ke jalan yang sebenarnya tidak anda kehendaki. Kenalilah hal-hal apa saja yang berguna bagi dirimu dan hal-hal apa yang dapat merugikanmu, waspadalah selalu, ambilah pelajaran dari perempuan yang tidak menganut nilai-nilai agama dan moral. Jangan sekali-kali anda meniru-niru dan bertaklid kepada wanita yang tidak mempunyai ikatan aqidah atau akhlak dengan anda. Tanamkanlah selalu bahwa semakin anda komitmen kepada ajaran agama maka anda berada di atas yang hak dan orang lain di atas yang batil. Tetaplah anda bersabar di saat orang-orang yang menyimpang mengkritik anda, karena pertarungan antara yang hak dan yang batil, antara yang baik dengan yang buruk dan antara orang-orang yang cinta kebaikan dengan orang-orang yang cinta keburukan itu tetap masih berkecamuk, dan tetap akan berkecamuk selagi masih ada langit dan bumi ini.

Saudariku wanita muslimah, dengan keistiqamahan dan bimbingan baik anda, anda mampu mempersembahkan generasi yang shalih kepada masyarakat, generasi yang tahu akan kewajibannya kepada Allah sang Pencipta, mengenal peranannya di mana ia hidup. Hanya andalah yang mampu menjadikan rumah anda sebagai madrasah tempat anak-anak anda belajar kebaikan dan kearifan. Maka upayakanlah semaksimal mungkin untuk membangun generasi di atas pondasi-pondasi yang kokoh, pondasi keutamaan dan moral luhur. Jangan sekali-kali anda serahkan anak anda kepada wanita pendidik non muslim atau memasukkannya ke sekolah non Islam, karena dengan begitu, sengaja atau tidak dengan sengaja anda berarti telah memberikan konstribusi dalam mengarahkan anak anda kepada agama selain agamanya dan aqidah selain aqidahnya. Aku berlinding kepada Allah agar anda tidak menjadi penyebab menyimpangnya anak-anak anda dari agama Allah, satu-satunya agama yang diridhai-Nya.

Yakinlah bahwa setiap harapan dan cita-cita yang menjadi khayalan anda, sedangkan anda menyerahkan sesuatu yang termahal yang anda miliki (anak) kepada orang-orang kafir untuk menangani pendidikan dan pengajaran mereka, itu tidak akan terwujud, dan pada akhirnya anda nanti akan menemukan anak-anak yang secara pemikiran dan secara psikologis tidak mempunyai keterikatan dengan anda, dengan ayahnya dan dengan aqidah anda. Mereka hanya mempunyai ikatan dengan orang-orang yang telah mengasuh, mendidik dan memberikan mereka pengajaran; dan mereka akan hidup bersama anda dengan jalan fikiran yang sangat jauh dari jalan pemikiran anda, dan bersebrangan dengan pandangan hidup yang anda miliki, serta tradisi yang berbeda dengan tradisi yang anda jalankan. Kemudian tidak terlintas di dalam fikiran anda seseorang atau yayasan non Islam yang dapat melakukan pendidikan anak muslim berdasarkan prinsip-prinsip pendidikan Islam.

Saya ketengahkan satu contoh pendidikan yang baik yang dilakukan oleh seorang wanita shahabat, yaitu Tumadhir binti Amru, yang dikenal dengan nama al-Khansa’. Riwayatnya menyebutkan bahwa al-Khansa’ (Tumadhir) ini mempunyai 4 anak laki-laki. Pada waktu perang al-Qadisiyah pecah, ia mengumpulkan keempat anak-anaknya lalu menghimbau dan mendorong mereka untuk ikut berjihad, seraya berkata, “Wahai anak-anakku, sesungguhnya kalian telah masuk Islam dengan sukarela dan kalian berhijrah dengan suka rela pula. Demi Allah yang tiada tuhan yang berhak disembah selain Dia. Sesungguhnya kalian adalah anak dari seorang ayah dan anak dari seorang ibu yang tidak akan pernah membuat cacad kehormatan kalian dan tidak akan pernah merubah nasab kalian. Ketahuilah bahwa sesungguhnya negeri akhirat itu lebih baik daripada dunia yang fana ini. Maka tabah dan bersabarlah serta pertahankanlah dan bertakwalah kalian kepada Allah agar kalian beruntung. Maka apabila kalian telah melihat peperangan berkecamuk maka pergilah kalian ke sana dan bermati-matianlah kalian menyerang, niscaya kalian beruntung dengan harta rampasan perang dan kemuliaan di negeri akhirat kelak.”

Maka tatkala peperangan berkecamuk keempat anak itu pun dengan gagah menyelami jihad hingga semuanya gugur di dalam peperangan itu. Dan ketika sampai berita bahwa anak-anaknya gugur sebagai syuhada di medan perang, maka sang ibu berkata: “Segala puji bagi Allah yang telah memuliakanku dengan syahidnya mereka, dan aku berharap semoga Allah menghimpunku dengan mereka di tempat yang mulia, yaitu surga.”

Ini adalah salah satu contoh dari sekian contoh wanita-wanita muslimah yang benar-benar berma’rifat kepada Allah dan telah mendidik putra-putrinya di atas ajaran Allah yang dengannya kebahagiaan di dunia dan di akhirat akan tercapai.

Saudariku wanita muslimah, bertolak dari prinsip “Tidak beriman salah seorang di antara kamu sebelum ia mencintai saudaranya (seiman) sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri” aku menaruh harapan besar kalau anda selalu komitmen terhadap perintah-perintah Allah dalam segala urusan kehidupan ini, dan menjauhkan diri dari segala perbuatan, perkataan dan tidakan yang dapat mengundang murka-Nya. Sebab itulah jalan menuju kebahagiaan anda. Beruntunglah orang yang berkata baik atau diam dari keburukan lalu ia selamat.

Sumber :

Al-Mar’atu Fii Dhau-I al-IslamSaid Abdul Aziz al-Jandul

Amar Abdullah bin Syakir

155 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: