Seorang Muslim Tidak Sepantasnya Meminum Khamr

Ketika seseorang mengaku sebagai seorang muslim, sepatutnya dia bertakwa kepada Allah Ta’ala.

Konsekuensi dari keimanannya adalah menjalankan perintah Allah Ta’ala dan Rasul-Nya dan menjauhi apa-apa yang dilarang keduanya.

Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

وَمَآ ءَاتَىٰكُمُ ٱلرَّسُولُ فَخُذُوهُ وَمَا نَهَىٰكُمْ عَنْهُ فَٱنتَهُوا۟ ۚ وَٱتَّقُوا۟ ٱللَّهَ ۖ إِنَّ ٱللَّهَ شَدِيدُ ٱلْعِقَابِ

 

“Apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah amat keras hukumannya.” (QS Al Hasyr; 7)

 

 

Terlebih mengaku mencintai Allah dan rindu akan pertemuan dengannya di surga, maka Allah Ta’ala berfirman:

قُلْ إِنْ كُنْتُمْ تُحِبُّونَ اللَّهَ فَاتَّبِعُونِي يُحْبِبْكُمُ اللَّهُ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ ۗ وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ

Katakanlah: “Jika kamu (benar-benar) mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu”. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS Al Imran: 31)

 

Dan khamr, yaitu minuman yang memabukkan sudah diharamkan Allah Ta’ala di dalam Al Qur’an dan dalam hadits Rasul-Nya.

 

Allah Ta’ala berfirman:

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا إِنَّمَا الْخَمْرُ وَالْمَيْسِرُ وَالْأَنْصَابُ وَالْأَزْلَامُ رِجْسٌ مِنْ عَمَلِ الشَّيْطَانِ فَاجْتَنِبُوهُ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah, adalah termasuk perbuatan syaitan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan. (QS Al Maidah: 90)

 

 

dan sabda Rasul-Nya:

 

عَن ابْنَ عُمَرَ يَقُولُ:  قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لُعِنَتْ الْخَمْرُ عَلَى عَشْرَةِ أَوْجُهٍ بِعَيْنِهَا وَعَاصِرِهَا وَمُعْتَصِرِهَا وَبَائِعِهَا وَمُبْتَاعِهَا وَحَامِلِهَا وَالْمَحْمُولَةِ إِلَيْهِ وَآكِلِ ثَمَنِهَا وَشَارِبِهَا وَسَاقِيهَا (رواه ابن ماحه)

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, ia berkata: Telah bersabda Rasulullah ﷺ: “Khamr telah dilaknat dalam sepuluh sisi: khamr itu sendiri, pemerasnya (pembuatnya), yang meminta diperaskan, penjualnya, pembelinya, pembawanya, yang meminta dibawakan kepadanya, yang memakan hasil penjualannya, peminumnya, dan penuangnya” [Diriwayatkan oleh Ibnu Maajah)

 

Dan ini mencakup segala minuman yang memabukkan, baik itu yang dijual ataupun buatan sendiri seperti tuak dan semacamnya.

Penulis : Ustadz Hadromi

Semoga Allah Ta’ala senantiasa menuntun kita di jalan-Nya.

Artikel: www.hisbah.net
Ikuti update artikel kami di Hisbah.net
Youtube: HisbahTv
Instagram: Hisbahnet dan Al Hisbah Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *