Sepucuk Surat Harapan Untuk Bapak Dan Ibu Guru Dari Anak-Anak Kami

surat.jpg

Kita ketahui bersama bahwa pembentukan pribadi seorang anak bergantung dengan tiga faktor berikut: Rumah, Sekolah dan Media. Diantara ketiganya, faktor sekolah dapat dikatakan sangat dominan, pernah suatu kali aku bertanya kepada murid-murid: “siapa sosok yang kalian anggap berpengaruh pada kehidupan kalian?”, ternyata kebanyakan menjawab: “Bapak Guru Fulan!”.Ini memang masih subyektif  jika dikatakan faktor sekolah adalah yang paling mendominasi ketimbang dua faktor lainnya, apalagi faktor pertama yaitu rumah/keluarga. Fakta dilapangan juga menunjukkan hal yang demikian, bahwasanya bilamana terdapat seorang guru yang membekali dirinya dengan karakter/akhlak yang baik (supel misalnya), berawawasan luas,dan menunjukkan perhatiannya untuk orang-orang disekelilingnya, maka tak disangsikan lagi dirinya akan diterima dengan baik cepat atau lambat.

Maka dari itu, berangkat dari rasa kepedulianku dengan pendidikan anak-anak kita kutuliskan sepatah dua patah kata berikut untukmu wahai bapak dan ibu guru:

  1. Sadarilah Pak/Bu guru sekalian, bahwa sebenarnya kalian sedang menjaga benteng dan garis batas pertahan terakhir dari umat islam yang mana mereka mempercayakannya kepada kalian, apa yang kan kalian perbuat untuk itu?
  2. Tuluskan niat bapak dan ibu guru sekalian dalam tugas ini, karena sesungguhnya kalian sedang menyemai bibit-bibit amalan jariyah.
  3. Allah Ta’ala berfirman pada surat al isra’ ayat 80:

“Dan katakanlah: “Ya Tuhan-ku, masukkanlah aku dengan cara masuk yang benar dan keluarkanlah (pula) aku dengan cara keluar yang benar dan berikanlah kepadaku dari sisi Engkau kekuasaan yang menolong”. Maka niatkanlah disetiap kali engkau datang dan pulang mengajari mereka demi ridho Allah Ta’ala.

  1. Patut Bapak dan Ibu guru sadari bersama, bahwasanya kalian sedang dielu-elukan oleh penduduk langit sebab jerih payah kalian: berilmu, mengamalkan dan mengajarkannya.
  2. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda: “Sesungguhnya Allah, Malaikat serta penghuni langit dan bumi sampai-sampai semut yang berada di sarangnya dan juga ikan, senantiasa memintakan rahmat kepada orang yang mengajarkan kebaikan kepada manusia”. (HR. at-Turmudzy).

Mungkin orang-orang melihat pekerjaan Bapak dan Ibu guru ini mudah dan sederhana, tapi mereka tidak tahu akan keutamaan ini, bagaimana bisa? Sangat bisa! Bukankah mengajarkan ilmu yang bermanfaat salah satu amal jariyah?.

  1. Raihlah pahala tiada henti untukmu wahai guru dengan mengajak anak-anak muridmu kepada kebaikan, nasehati siapa yang meninggalkan shalat, melawan kepada orang tua dsbg yang mana jika mereka menyambut nasehatmu, maka engkau akan mendapatkan kabar gembira dari Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam:

مَنْ دَلَّ عَلَى خَيْرٍ فَلَهُ مِثْلُ أَجْرِ فَاعِلِه))

Artinya: “Barangsiapa yang menunjukkan kepada sebuah kebaikan maka baginya seperti pahala pelakunya” (HR Muslim).

  1. Motivasilah anak didikmu untuk memperbanyak hafalan Al Qur’an dan Hadits, seperti dengan membuatkan kelompok belajar bagi mereka.
  2. Pahamilah tentang keharusan berlemah lembut dan kapan boleh bertindak dengan tegas, karena masing-masing ada waktu dan tempatnya, jadi bersikap luwes lah.

Rasulullah bersabda:

حُرِّمَ عَلَى النَّارِ كُلُّ هَيِّنٍ لَيِّنٍ سَهْلٍ قَرِيبٍ مِنْ النَّاسِ

” Akan diharamkan neraka bagi orang yang mudah, lembut,dan gampang”  (Musnad Ahmad).

  1. Berkata seorang yang bernama Khalid bin Mi’dan: “Jika pintu suatu kebaikan dibuka, maka bergegaslah kepadanya, karena ia tidak tahu kapan pintu tersebut ditutup kembali”.

Maka gunakanlah kesempatan ini sebaik mungkin wahai guru, dan itu untuk kebaikan akhirat anda juga. Karena kan datang masanya tiap-tiap orang kan ditanya mengenai ihwal kehidupannya selama didunia, dan dirimu wahai guru jangan sampai melalaikan tugas anda sekarang ini.

Jadikan profesi ini proyek andalan anda! Mengapa? Para pencari dunia saja selalu memprioritaskan proyek yang sedang mereka kerjakan, kenapa kita sebagai pencari akhirat mau kalah dengan mereka?!? Karena inilah perniagaan yang sebenarnya!

Jujurlah kepada Allah, maka Ia akan membukakan setiap yang tertutup untukmu, memudahkan apa yang sulit, dan memberkahi bagimu waktu dan rezekimu.

 

Diterjemahkan dengan sedikit perubahan dari artikel berbahasa arab pada situs hisbah Arab Saudi, Almohtasb.com. ditulis oleh Syaikhah Qasim dengan judul: “Risalah Ilaa Mu’allim/Mu’allimah”, link: http://mohtasbat.almohtasb.com/main/page.aspx?id=0316762&article_id=19461

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

865 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: