Shalawat Allah & Para Makhluknya Kepada Orang yang Mengajarkan Ilmu

Shalawat-Allah-Para-Makhluqnya-Kepada-Orang-yang-Mengajarkan-Ilmu.jpg

Allah subhanahu wa ta’ala menurunkan wahyu kepada Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam untuk disampaikan kepada segenap umatnya dari kalangan jin & manusia agar menjadi petunjuk bagi mereka dalam menjalani kehidupan dunia. Beliau menerima wahyu tersebut lalu menyampaikannya kepada para sahabat yang merupakan generasi pertama dari umat beliau, kemudian para sahabat menyampaikannya kepada generasi berikutnya dan demikianlah turun-temurun sampai kepada kita sekarang ini.

Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menjelaskan bahwa para nabi tidak mewariskan dinar ataupun dirham, tetapi mereka mewariskan ilmu, dan barangsiapa yang mengambil bagiannya dari warisan tersebut maka ia telah mengambil bagian yang sempurna. Bagian tersebut sempurna karena ia menyempurnakan pemiliknya, bahkan ia bisa mengantarkan seorang hamba kepada kebahagiaan abadi di akhirat nanti, bagian yang sempurna tersebut tak lain adalah ilmu agama.

Sebagaimana menuntut ilmu adalah suatu perbuatan yang mulia, maka mengajarkan atau membagikan ilmu kepada orang lain juga merupakan amal yang mulia, karena dengan membagikan ilmu kita meneruskan rantai ilmu yang berasal dari Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam. Dalam sebuah hadits Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ وَمَلاَئِكَتَهُ وَأَهْلَ السَّمَوَاتِ وَالأَرْضِ، حَتَّى النَّمْلَةَ فِى جُحْرِهَا وَحَتَّى الْحُوتَ، لَيُصَلُّونَ عَلَى مُعَلِّمِ النَّاسِ الْخَيْرَ

Sesungguhnya Allah dan para Malaikat, serta semua makhluk di langit dan di bumi, sampai semut dalam lubangnya dan ikan (di lautan), benar-benar bershalawat kepada orang yang mengajarkan kebaikan (ilmu agama) kepada manusia”(HR. Tirmidzi)

Dari hadits diatas para ulama mengambil beberapa pelajaran berharga yang dipaparkan oleh DR. Fadhl Ilahi Dhahir pada kitabnya yang berjudul ‘Fadhlud Da’wati Ilallah’ yang kami ringkas menjadi beberapa poin berikut:

ertama, hadits ini menunjukkan bahwa orang yang berilmu lebih baik daripada orang yang ahli ibadah. Hal tesebut karena manfaat ahli ibadah hanya untuk dirinya sendiri, sedangkan orang yang berilmu manfaatnya sampai kepada orang lain bahkan bisa terus berantai kepada generasi berikutnya. Imam Tirmidzi meriwayatkan dari Abu Darda’ bahwasanya beliau mendengar Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

فَضْلُ الْعَالِمِ عَلَى الْعَابِدِ كَفَضْلِ الْقَمَرِ عَلَى سَائِرِ الْكَوَاكِبِ

Keutamaan seorang berilmu dibandingkan ahli ibadah seperti keutamaan bulan purnama dibandingkan semua bintang-bintang…” (HR. Tirmidizi & Abu Dawud).

Kedua, para ulama menafsirkan bahwa makna sholawat dari Allah kepada hambanya adalah Allah memuji dan membanggakan hamba tersebut dihadapan para malaikatnya. Imam Al Bukhari dalam Kitab Shahih-nya dari Abul ‘Aliyah. Beliau berkata:

صَلاَةُ اللهِ ثَنَاؤُهُ عَلَيْهِ عِنْدَ الْمَلاَئِكَةِ, وَصَلاَةُ الْمَلاَئِكَةِ الدُّعَاءِ

“Shalawat Allah kepada hamba-Nya adalah pujian-Nya kepada hamba di sisi para malaikat, sedangkan shalawat para malaikat adalah mendo’akannya.” (HR. Bukhari)

Ibnu Hajar Al ‘Asqalani rahimahullah di dalam kitabnya, Fathul Bari Bisyarhi Shahih Al Bukhari menerangkan bahwa shalawat Allah adalah rahmat dari-Nya.

Ketiga, makna sholawat dari malaikat adalah mendoakan dan memohonkan ampun, Imam Al-Ashfahani rahimahullah berkata, “Sholawat dari para malaikat untuk seseorang adalah doa dan permohonan ampun.” (Al-Mufrodat Fi Ghariibil Qur’an). Makna ini dikuatkan oleh hadits Nabi shallallahu alaihi wa sallam yang diriwayatkan oleh Jabir radhiyallahu’anhu:

معلم الخير يستغفر له كل شيء حتى الحيتان في البحار

Orang yang mengajarkan kebaikan (kepada orang lain) akan dimintakan ampunan oleh semua makhluk, sampai ikan-ikan di lautan”. (HR. Thabrani).

Tak diragukan lagi bahwa malaikat adalah makhluk-nakhluk Allah yang mulia yang suci dari perbuatan dosa, sehingga doa para malaikat lebih dekat untuk dikabulkan.

Keempat, dalam hadits diatas Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam menyebutkan bahwa diantara yang bersholawat adalah semut yang ada dilobangnya dan ikan di lautan. Syekh Mulla Al-Qari rahimahullah berpendapat bahwa penyebutan semut dan ikan mengandung makna yang mencakup seluruh hewan yang di daratan dan di lautan. Sehingga seluruh hewan didaratan maupun dilautan ikut mendoakan dan memohonkan ampun untuk orang yang mengajarkan kebaikan kepada orang lain.

Kelima, para malaikat dan hewan-hewan tidak akan medoakan dan memohonkan ampun untuk orang yang mengajarkan ilmu kepada orang lain kecuali atas perintah dari Allah subhanahu wa ta’ala, dan jika itu semua atas perintah dari Allah subhanahu wa ta’ala maka tak diragukan lagi bahwa Allah pasti mengabulkan doa mereka.

Kesimpulannya, membagikan ilmu kepada orang lain adalah amalan yang sangat terpuji lagi mulia, para malaikat dan hewan-hewan akan senantiasa memohonkan ampun dan mendoakan mereka selama mereka melakukan itu dengan ikhlash dan bukan tujuan yang lain. Mungkin seseorang terlelap tidur, namun rahmat dan ampunan Allah menghampirinya lantaran doa para makhluk-makhluk Allah karena ia telah membagikan ilmu yang diwariskan oleh Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam kepada ummatnya.

Semoga kita semua termasuk orang-orang yang mendapat kemuliaan dengan mengambil warisan ilmu nubuwwah yang suci dan termasuk orang-orang yang mendapatkan kemuliaan karena meneruskan warisan tersebut kepada orang lain.

Dipetik dan diterjemahkan dari kitab ‘Fadhlud Da’wati Ilallah’ karya Dr. Fadhl Ilahi Dhahir hal. 56-59, oleh: Arinal Haq dengan beberapa perubahan dan tambahan.

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: