Sya’ban Bulan Persiapan Menuju Ramadhan

masjid-1.jpg

Tak terasa hari semakin mendekati Bulan Ramadhan. Jika pada tahun-tahun sebelumnya, pada bulan ini orang-orang lalai karena usaha dan permintaan pasar yang meningkat, pada tahun ini kaum muslimin harus menguatkan diri bertahan dari Pendemi Covid-19. Setiap hari, berita semakin menyedihkan, yang mana sangat menyita waktu dan perhatian, sehingga membuat tak sadar bahwa Ramadhan di ambang pintu.

Betullah kata Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam:

“ذلك شهر يغفل الناس عنه بين رجب ورمضان، وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين، فأحب أن يرفع عملي وأنا صائم”. (أخرجه النسائي)

“Bulan itu, adalah bulan yang mana orang-orang melalaikannya, yaitu bulan diantara Rajab dan Ramadhan. Padahal dia adalah bulan yang mana padanya diangkat amalan kepada Rabbul Alamin, maka aku senang jika amalanku diangkat dan aku sedang berpuasa”. (HR Annasai)

 

Ya, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam berpuasa di bulan ini, selain dalam rangka melakukan hal terbaik saat amalan diangkat ke Allah Ta’ala seperti yang diredaksikan hadits diatas, namun juga terdapat hikmah lain, yaitu puasa sya’ban untuk melatih diri, agar nantinya terbiasa saat bulan puasa yang sesungguhnya tiba.

Sebagaimana yang disebutkan Imam Ibnu Rajab Al Hanbali:

قال الإمام ابن رجب الحنبلي رحمه الله: “قيل في صوم شعبان أن صيامه كالتمرين على صيام رمضان لئلا يدخل في صوم رمضان على مشقة وكلفة، بل يكون قد تمرن على الصيام واعتاده ووجد بصيام شعبان قبله حلاوة الصيام ولذته، فيدخل في صيام رمضان بقوة ونشاط”.

“Dikatakan tentang Puasa Sya’ban bahwa puasa padanya seperti latihan untuk Puasa Ramadhan, yaitu agar seseorang tidak lagi merasa berat dan susah ketika memasuki Bulan Ramadhan. Akan Tetapi, Dia telah berlatih dan sudah terbiasa puasa pada Sya’ban sehingga merasakan nikmatnya berpuasa, maka diapun akan memasuki Bulan Ramadhan dengan kuat dan semangat”.

 

Jadi, sunnah Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam pada bulan ini adalah memperbanyak puasa, sebagaimana riwayat berikut:

عن أبي سلمة، أن عائشة رضي الله عنها، حدثته قالت: “لم يكن النبي صلى الله عليه وسلم يصوم شهرًا أكثر من شعبان، فإنه كان يصوم شعبان كله” (صحيح البخاري)

Dari Abi Salamah, bahwasanya Aisyah Radhiyallahu Anha mengatakan kepadanya: “Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam tidak pernah berpuasa (sunnah) sepanjang bulan seperti banyaknya di bulan sya’ban, sungguh seakan-akan beliau berpuasa penuh padanya”. (HR Bukhari)

 

Dan kabar gembira bagi kaum mukminin, berusahalah untuk menyukai puasa, karena puasa adalah amalan orang soleh, dan puasa termasuk amalan yang paling menjamin Husnul Khatimah, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

قال رسول الله صلى الله عليه وسلم: «من خُتم له بصيام يوم دخل الجنة» (أخرجه البزار في المسند

Barangsiapa yang hidupnya ditutup dengan puasa, maka dia akan masuk ke surga“. (HR Al Bazzar)

 

Maka, siapa pula diantara kita yang tidak ingin wafat dalam keadaan Husnul Khatimah?

 

Terakhir, kita berdoa kepada Allah Ta’ala semoga wabah penyakit ini diangkat sebelum Bulan Ramadhan, sehingga kita dapat beribadah dengan khusyuk dan berjamaah lagi seperti sediakala.

 

Muhammad Hadrami

Alumni Fakultas Syariah LIPIA JAKARTA

 162 kali dilihat,  1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: