Syawal.. Soal dan Jawaban


Syawal, bulan pasca Ramadhan. Sebagaimana puasa di siang hari ada di bulan Ramadhan, ada pula di bulan Syawal.


Soal :

Jika di bulan Ramadhan puasa di siang harinya selama satu bulan lamanya, lalu berapa lamanya puasa di bulan Syawal ?

Jawaban :

Puasa di bulan Syawal lamanya 6 hari saja.



Soal :

Puasa di bulan Ramadhan wajib hukumnya, bagaimana dengan puasa 6 hari di bulan syawal, apa hukumnya ?

Jawaban :

Puasa 6 hari di bulan syawal setelah Ramadhan hukumnya sunnah yang sangat dianjurkan, bukan merupakan kewajiban.


Soal :

Apa keutamaannya ?

Jawaban :

Keutamaannya agung dan pahalanya besar.


Soal :

Bagaimana pahalanya ?

Jawaban :

Pahalanya, bahwa barang siapa berpuasa 6 hari di bulan syawal (setelah menyempurnakan puasa Ramadhan) akan dicatat baginya pahala puasa setahun penuh.


Soal :

Apa dalilnya ?

Jawaban :

Dalilnya adalah bahwa Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

مَنْ صَامَ رَمَضَانَ ثُمَّ أَتْبَعَهُ سِتًّا مِنْ شَوَّالٍ كَانَ كَصِيَامِ الدَّهْرِ

Barang siapa yang berpuasa di bulan Ramadhan, lalu ia mengiringinya dengan puasa enam hari di bulan Syawal, maka ia seperti puasa selama setahun.

(HR. Muslim, no. 1164, Abu Dawud, no. 2433, at-Tirmidzi, no. 759, dan yang lainnya)


Soal :

Apa makna sabda Nabi-shallallahu ‘alaihi wasallam- di atas ?

Jawaban :

Maknanya, puasa Ramadhan sebanding dengan (puasa) 10 bulan, dan puasa 6 hari di bulan syawal sebanding dengan (puasa) 2 bulan, maka yang demikian itu setahun penuh.


Soal :

Apakah disyariatkan untuk melakukannya setiap tahun ?

Jawaban :

Iya, hal itu disyariatkan untuk dilakukan setiap tahunnya. Setiap kali seseorang telah menyempurnakan puasa Ramadhan. Hendaknya seseorang tidak mengharamkan dirinya dari memperoleh kebaikan dengan mengikuti puasa Ramadhannya dengan puasa enam hari di bulan syawal.


Soal :

Bagaimana cara melakukannya ?

Jawaban :

Boleh melakukannya secara berturut-turut, boleh juga secara terpisah-pisah. Seseorang bebas melakukannya di hari-hari apa saja yang diinginkannya, baik di awal-awal bulan syawal atau di pertengahannya atau di akhir-akhirnya. Namun, segera melakukannya nampaknya lebih baik. Karena, bersegera untuk mendapatkan kebaikannya.


Soal :

Bagaimana halnya dengan orang yang masih punya hutang puasa Ramadhan ?

Jawaban :

Barangsiapa mempunyai hutang puasa Ramadhan, maka hendaknya ia melunasinya terlebih dahulu, barulah kemudian ia berpuasa 6 hari di bulan Syawal ini.


Soal :

Mengapa demikian ?

Jawaban :

Karena keutamaan puasa setahun tidak dapat terwujud kecuali bagi orang yang telah berpuasa Ramadhan secara sempurna dan berpuasa 6 hari di bulan syawal setelahnya. Siapa yang masih mempunyai sisa hutang puasa Ramadhan tidak dikatakan bahwa ia telah berpuasa Ramadhan secara sempurna. Oleh karena itulah, ia tidak mendapatkan pahala yang disebutkan di dalam hadis.
Sesungguhnya mengqodha puasa Ramadhan hukumnya wajib, dan perkara wajib lebih didahulukan dari sesuatu yang hukumnya sunnah.


Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi kita Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya.


Wallahu A’lam


Sumber :

https ://kalemtayeb.com/safahat/item/76984
dengan sedikit gubahan dan ringkasan


Amar Abdullah bin Syakir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *