Syubhat Shalat 4: Shalat Pengekang Kebebasan Pribadi

ikatan.jpg

Syubhat :

Apakah Shalat pengekang kebebasan pribadi dan penghalang seseorang menjalankan kebebasannya?

Bantahan :

Saudaraku, shalat bukanlah pengekang kebebasan pribadi dan bukan pula penghalang seseorang menjalankan kebebasannya.

Sesungguhnya orang-orang yang hidup di tengah komunitas manusia secara keseluruhan sepakat bahwa mereka bukanlah binatang yang hidup di muka bumi, layaknya kehidupan para binatang di hutan-hutan. Tetapi mereka memiliki kebebasan dan kebebasan itu bersifat mutlak dalam hal keyakinan, ucapan maupun perbuatan, namun terikat oleh peraturan umum dan undang-undang yang berlaku. Andaikata bukan karena ikatan ini, tentu umat manusia tidak akan teratur dan tidak akan lahir sebuah bangsa, serta sudah barang tentu pula, urusan-urusan tidak akan berjalan lancar dalam proses saling bertukar manfaat di antara sesama individu, bahkan sudah tentu pula tidak akan berlangsung ras manusia.

Sesungguhnya kaum Hippies yang melakukan setiap apa yang terbesit dalam pikiran mereka dan hidup di jalan-jalan layaknya kehidupan anjing-anjing liar tidak mampu menyelisihi kebijakan-kebijakan penguasa atau undang-undang yang berlaku. Bahkan saudara-saudara mereka, binatang-binatang di hutan memiliki peraturan yang mereka jalani. Andaikata kamu tanyakan salah salah seorang ilmuwan biologi, pasti ia akan menjelaskan kepadamu kebenaran apa yang aku katakan. Barangkali contoh paling dekat yang bisa aku berikan adalah apa yang kamu saksikan dengan mata kepala kamu sendiri tentang kerjasama para anggota sekelompok lebah, dan juga bagaimana sekelompok semut saling membantu di dalam menyeret sisa-sisa makanan yang ia temukan.

Kamu, wahai Muslim, bebas dalam melakukan urusan-urusan pribadimu, makan dan berpuasa, tidur atau terjaga, menetap atau pergi, menjual atau membeli. Kebebasan ini diikat oleh aturan Ilahi dan dibatasi dengan batasan-batasan syariat. Adalah termasuk kebebasanmu, lari dari pekerjaan agar dapat duduk beberapa menit di masjid guna memulihkan kembali vitalitas dan kekuatanmu. Kemudian kamu keluar dari situ dalam kondisi telah dibekali dengan paket pertolongan ilahi terbaru, lalu melaksanakan kembali pekerjaan dan kiprahmu.

Termasuk kebebasanmu pula, menaati aturan Ilahi yang telah mempersiapkan bagimu semua faktor-faktor kebahagiaan dan kesenangan di dunia dan akhiratmu.

Adalah termasuk kebebasanmu, mengatakan apa yang kamu mau, melakukan apa yang kamu suka, menulis apa yang berkenan bagimu dan berbisnis dalam hal yang kamu minati, asalkan tidak melampaui batasan-batasan yang telah ditentukan bagimu, sebab bila kamu melampauinya, berarti kamu telah melanggar hak-hak orang lain dan batasan-batasan mereka. Dan ini termasuk hal yang diharamkan Islam dan diancam oleh peraturan-peraturan manusia.


Artikel: www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Twitter @Hisbahnet, Google+ Hisbahnet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: