Tafsir Surat Al-Fatihah (1)

perahu-kuning.jpg

Alloh azza wajalla berfirman,

الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Segala Puji bagi Alloh tuhan semesta alam.

Allah tidak menyebutkan di sini tempat dan waktu pujian kepadaNya tersebut. Allah menyebutkan di dalam Surat ar-Ruum bahwa tempatnya adalah di langit dan dibumi. Allah berfirman,

وَلَهُ الْحَمْدُ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

“dan bagi-Nyalah segala puji di langit dan di bumi.” (Qs. Ruum: 18)

Dan Allah menyebutkan di dalam surat al-Qoshosh mengenai waktunya, yaitu: di dunia dan di akhirat. Allah berfirman,

وَهُوَ اللَّهُ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ لَهُ

الْحَمْدُ فِي

الْأُولَى وَالْآخِرَةِ وَلَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ

“Dan Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, bagi-Nyalah segala puji di dunia dan di akhirat, dan bagi-Nyalah segala penentuan dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan.” (Qs. al Qoshosh : 70).

Pada awal surat Saba’. Allah berfirman,

وَلَهُ

الْحَمْدُ فِي

الْآخِرَةِ وَهُوَ الْحَكِيمُ الْخَبِيرُ

“Dan bagi-Nya (pula) segala puji di akhirat. Dan Dia-lah Yang Maha Bijaksana lagi Maha Mengetahui.” (Qs. Saba: 1)

Huruf “alif” dan “Laam” pada kata, “

الْحَمْدُ

“ untuk menunjukkan segala bentuk  pujian adalah hanya untukNya. Kata ini (yakni: الحمد (, merupakan pujian di mana Alloh memuji diriNya. Terkandung di dalamnya perintahNya kepada hamba-hambaNya agar memujiNya dengan mengucapkan kata tersebut.

Firman Allah,

رَبِّ الْعَالَمِينَ

(tuhan semesta alam), Disini tidak dijelaskan apakah itu alam semesta? Alloh menjelaskannya di tempat lain dalam ayatNya,

قَالَ فِرْعَوْنُ

وَمَا رَبُّ الْعَالَمِين

(23) قَالَ رَبُّ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ وَمَا بَيْنَهُمَا

“Fir’aun bertanya: “Siapa Tuhan semesta alam itu?” Musa menjawab: “Tuhan Pencipta langit dan bumi dan apa-apa yang di antara keduanya (Itulah Tuhanmu).” ( Qs. asy Syu’aro: 23-24)

Sebagian ulama mengatakan, “kata ‘Alam di ambil dari kata “al-‘alamah” karena adanya alam merupakan ‘alamah (tanda-ed) yang tidak ada keraguan bahwa hal tersebut menunjukkan adanya sang penciptanya yang memiliki sifat yang sempurna lagi agung. Allah Ta’ala berfirman,

إِنَّ فِي خَلْقِ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ

وَاخْتِلَافِ اللَّيْلِ وَالنَّهَارِ لَآيَاتٍ لِأُولِي الْأَلْبَابِ

“Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal.” (Qs. Ali Imron: 190) الأية, secara bahasa berarti “ العلامة” (tanda-ed)

Sumber: Adwa’ul Bayaan Fii Iidhohi al-Qur’an bil Qur’an, Syaikh Muhammad al-Amin bin Muhammad al-Mukhtar bin Abdil Qodir al-Janki asy-Syanqithi (wafat: 1393H), penerbit: Daarul Fikri Lith Thiba’ah wan Nasyr wat Tauzi’ Bairut- , 1415 H/1995 M.

481 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: