Tahun Baru, Antara Bid’ah dan Maksiat

awal-fto-hhjhj-6.jpg

Pertanyaan :

Apa hukum mengirim surat atau pesan yang dilakukan pada akhir tahun dan awal tahun baru, yang berisi doa, atau ucapan permohonan maaf, atau dorongan untuk bermuhasabah …dan yang lainnya ?

Jawab :

Alhamdulillah, segala puji bagi Allah, shalawat dan salam semoga tercurah kepada Rasulullah, beserta keluarga dan para sahabatnya.

Amma ba’du,

Sesungguhnya mengingatkan dengan sebuah kebaikan dan sebuah bentuk ibadah kepada Allah dengan beragam bentunya, berupa doa, istighfar, muhasab, dan yang lainnya-, pada asalnya itu semua merupakan perkara yang disyariatkan. Akan tetapi di sini tersisa sebuah persoalan, yaitu mengkhususkan waktu tertentu dengan melakukan hal-hal tersebut, sementara tidak ada dalil syar’i yang menunjukkan pengkhususun ini, maka dikhawatirkan membiasakan diri melakukan hal-hal tersebut dengan mengkhususkannya hanya pada momen tertentu termasuk “bid’ah idhafiyah” sebagaimana disebutkan oleh asy-Syathibiy –semoga Allah merahmatinya- di dalam kitabnya, ‘al-i’tisham’. Berdasarkan pertimbangan ini, maka kami katakan bahwa hendaknya seorang muslim itu menjauhkan diri dari tindakan mengkhususkan akhir tahun atau awal tahun baru dengan melakukan ibadah-iabdah tertentu. Karena, setiap kebaikan itu hanya ada pada tindakan mengikuti generasi salafus shaleh (pendahulu yang shaleh)

Adapun memberikan ucapan selamat tahun baru masehi, maka tidak boleh; karena hal tersebut termasuk perayaan orang-orang kafir dan jenis tindakan mereka tersebut adalah batil, dan karena juga hal tersebut merupakan syiar agama mereka yang batil, dalam tindakan tersebut terkandung unsur meniru-niru orang-orang yang merupakan musuh Allah, dan menyerupai mereka. Sementara di dalam ash-Shahihain, dari Ibnu Umar –semoga Allah meridhainya-dari Nabi-shallallahu ‘alaihi wasallam- beliau bersabda,

خَالِفُوْا الْمُشْرِكِيْنَ

Selisihilah oleh kalian orang-orang musyrik itu !

Imam Ibnul Qayyim –semoga Allah merahmatinya-mengatakan :

وَأَمَّا التَّهْنِئَةُ بِشِعَائِرِ الْكُفْرِ الْمُخْتَصَّةِ بِهِ فَحَرَامٌ بِالْإِتِّفَاقِ

“Mengucapkan selamat terhadap syiar dan simbol khusus orang kafir sudah disepakati keharamannya”.

Wallahu A’lam

Sumber :

“https://ar.islamway.net/fatwa/17778/”>https://ar.islamway.net/fatwa/17778/

حكم-الرسائل-الدعوية-في-العام-الجديد

Amar Abdullah bin Syakir

 

 

85 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: