Takut Celaan Manusia Ketika Beramar Makruf Nahi Munkar

Amar Makruf Nahi Munkar adalah bagian dari dakwah yang mulia.

Amar Makruf berarti mengajak umat kepada kebaikan yaitu amal saleh, dan Nahi Munkar yaitu mencegah, melarang dan menghilangkan kemungkaran, yaitu kemaksiatan, kekufuran dan kesyirikan.

Jika suatu kemaksiatan terjadi di depan seseorang atau suatu kaum, maka wajib bagi mereka untuk mengubahnya, baik itu dengan tangan, lisan dan pengingkaran dengan hati, sesuai dengan kemampuan.

Jika mereka mampu untuk mencegah atau menghilangkan kemungkaran yang terjadi, seperti kemaksiatan zina, khamr, judi atau pencurian, namun mereka hiraukan begitu saja, maka hukuman Allah Ta’ala akan menimpa semuanya, baik pelaku kemaksiatan, yang mana dia sebagai sebab turunnya azab, dan orang-orang di sekitarnya yang diam begitu saja.

Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُعَذِّبُ الْعَامَّةَ بِعَمَلِ الْخَاصَّةِ، حَتَّى تَعْمَلَ الْخَاصَّةُ بِعَمَلٍ تَقْدِرُ الْعَامَّةُ أَنْ تُغَيُّرَهُ وَلاَ تُغَيُّرُهَ فَذَاكَ حِيْنَ يَأْذَنُ اللهُ فِيْ هَلاَكِ الْعَامَّةِ وِالْخَاصَّةِ

Sungguh Allah tidak mengazab masyarakat secara umum karena perbuatan orang-perorang sampai orang-orang tertentu  melakukan perbuatan (kemungkaran) dan masyarakat umum mampu mengubahnya tetapi mereka tidak megubahnya. Ketika itu Allah menimpakan kebinasaan atas masyarakat umum maupun orang-orang tertentu”.(HR Ahmad dan ath-Thabarani)

 

 

Jadi, seringkali yang terjadi di lapangan, bukan orang-orang tidak mengetahui mana yang baik dan buruk, tapi mereka seringkali dihinggapi rasa takut yang tak mendasar untuk mengingkari kemaksiatan yang terjadi itu, seperti rasa segan, tidak enakan, merasa lebih muda, atau parahnya lagi merasa bukan tanggungjawabnya.

Maka sikap acuh tak acuh ini merupakan sikap tercela, berkata Abu Abdirrahman Al Umri:

إن من غفلتك على نفسك إعراضك عن الله، بأن ترى ما يسخطه فتجاوزه، لا تأمر فيه ولا تنهى، خوفاً ممن لا يملك لك ضرا ولا نفعاً“.

(كتاب الأمر بالمعروف والنهي عن المنكر لابن أبي الدنيا)

“Sungguh termasuk engkau menyia-nyiakan diri sendiri dan berpaling dari Allah adalah ketika engkau melihat apa yang dibenci oleh Allah Ta’ala namun engkau biarkan begitu saja, tidak engkau seru kepada yang makruf, tidak pula engkau larang kemungkaran itu, hanya karena takut kepada manusia yang sejatinya tidak memberikanmu manfaat maupun mudharat”.(Kitab Amar Makruf Nahi Munkar karangan Ibnu Abiddunya)

 

Jadi, dalam rangka menjaga bahtera umat agar tidak mendapat azab dari Allah Ta’ala, tegakkanlah Amar Makruf Nahi Munkar, takutlah kepada Allah Ta’ala semata, bukan kepada makhluk-Nya.

Allah Ta’ala berfirman:

أَتَخْشَوْنَهُمْ ۚ فَاللَّهُ أَحَقُّ أَنْ تَخْشَوْهُ إِنْ كُنْتُمْ مُؤْمِنِينَ

“Mengapakah kamu takut kepada mereka padahal Allah-lah yang berhak untuk kamu takuti, jika kamu benar-benar orang yang beriman”. (QS Attaubah:13)

Muhammad Hadrami, LC

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Youtube HisbahTv,
Follow Instagram Kami Hisbahnet dan alhisbahbogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *