Taubat dalam al-Qur’an al-Karim

Kata ‘taubat” dan turunannya dalam al-Qur’an al-Karim disebut kurang lebih sebanyak 85 kali. Di dalam ayat-ayat itu, Allah menjelaskan bagaimana taubat umat terdahulu, balasan dan pahala taubat, serta hukuman bagi orang yang tidak mau bertaubat semasa hidup di dunia. Di antara ayat-ayat itu :

1. Dengan bertaubat, seorang hamba memperoleh ampunan dari Allah ta’ala.

Allah berfirman,

وَاِنِّي لَغَفَّارٌ لِّمَنْ تَابَ وَاٰمَنَ وَعَمِلَ صَالِحًا ثُمَّ اهْتَدٰى

 

Dan sungguh, Aku Maha Pengampun bagi yang bertobat, beriman dan berbuat kebajikan, kemudian tetap dalam petunjuk. (Qs. Thaha : 82)

2. Dengan bertaubat, orang beriman akan memperoleh kecintaan Allah

Allah berfirman,

اِنَّ اللّٰهَ يُحِبُّ التَّوَّابِيْنَ وَيُحِبُّ الْمُتَطَهِّرِيْنَ

Sungguh, Allah menyukai orang yang tobat dan menyukai orang yang menyucikan diri. (Qs. Al-Baqarah : 222)

3. Taubat yang tulus akan menghapus dosa-dosa

Allah berfirman,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا تُوْبُوْٓا اِلَى اللّٰهِ تَوْبَةً نَّصُوْحًاۗ عَسٰى رَبُّكُمْ اَنْ يُّكَفِّرَ عَنْكُمْ سَيِّاٰتِكُمْ

Wahai orang-orang yang beriman! Bertobatlah kepada Allah dengan tobat yang semurni-murninya, mudah-mudahan Tuhan kamu akan menghapus kesalahan-kesalahanmu (Qs. At-Tahrim : 8)

4. Barangsiapa bertaubat di dunia, maka Allah akan menerima taubatnya di akhirat

Allah berfirman,

اِلَّا الَّذِيْنَ تَابُوْا وَاَصْلَحُوْا وَبَيَّنُوْا فَاُولٰۤىِٕكَ اَتُوْبُ عَلَيْهِمْ ۚ وَاَنَا التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

Kecuali mereka yang telah bertobat, mengadakan perbaikan dan menjelaskan(nya), mereka itulah yang Aku terima tobatnya dan Akulah Yang Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (Qs. Al-Baqarah : 160)

فَمَنْ تَابَ مِنْۢ بَعْدِ ظُلْمِهٖ وَاَصْلَحَ فَاِنَّ اللّٰهَ يَتُوْبُ عَلَيْهِ ۗاِنَّ اللّٰهَ غَفُوْرٌ رَّحِيْمٌ

Tetapi barangsiapa bertobat setelah melakukan kejahatan itu dan memperbaiki diri, maka sesungguhnya Allah menerima tobatnya. Sungguh, Allah Maha Pengampun, Maha Penyayang. (Qs. Al-Maidah : 39)

ثُمَّ تَابَ عَلَيْهِمْ لِيَتُوْبُوْاۗ اِنَّ اللّٰهَ هُوَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ

kemudian Allah menerima tobat mereka agar mereka tetap dalam tobatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima tobat, Maha Penyayang. (Qs. At-Taubah : 118)

5. Allah menjelaskan bahwa taubat orang yang sedang dalam sakaratul maut tidak diterima, karena ia bertaubat setelah mengetahui bahwa jatah hidupnya sudah berakhir, padahal ketika dalam keadaan kuat dan sehat ia enggan bertaubat.

Allah berfirman,

وَلَيْسَتِ التَّوْبَةُ لِلَّذِيْنَ يَعْمَلُوْنَ السَّيِّاٰتِۚ حَتّٰىٓ اِذَا حَضَرَ اَحَدَهُمُ الْمَوْتُ قَالَ اِنِّيْ تُبْتُ الْـٰٔنَ وَلَا الَّذِيْنَ يَمُوْتُوْنَ وَهُمْ كُفَّارٌ ۗ اُولٰۤىِٕكَ اَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا اَلِيْمًا

Dan tobat itu tidaklah (diterima Allah) dari mereka yang melakukan kejahatan hingga apabila datang ajal kepada seseorang di antara mereka, (barulah) dia mengatakan, “Saya benar-benar bertobat sekarang.” Dan tidak (pula diterima tobat) dari orang-orang yang meninggal sedang mereka di dalam kekafiran. Bagi orang-orang itu telah Kami sediakan azab yang pedih. (Qs. An-Nisa : 18)

Wallahu A’lam

Sumber :

Dinukil dari “at-Taubatu Wal Istighfaru“ (Muqaddimah), Syaikhul Islam Taqiyuddin Ahmad bin Abdul Hahim bin Taimiyyah, Tahqiq : Muhammad Umar al-Haji dan Abdullah Badran (ei, hal.6-8)

 

 

 

 

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *