Terima Kasih

5-1.jpg

Ucapan terima kasih dan sanjungan untuk pekerjaan dan pelayanan yang baik sangat penting demi langgengnya rumah tangga. Pasangan suami istri yang sukses adalah yang keduanya memperhatikan aspek ini.

Hendaklah saling berterima kasih ketika satu sama lain selesai melakukan sesuatu, meskipun hanya pelayanan sederhana, dan hendaknya ini dipraktekkan pula untuk anak-anak. Ungkapan dan bentuk terima kasih dibedakan sesuai besar kecilnya pelayanan. Dengan inilah hati akan lunak dan masing-masing akan merasa dihargai oleh yang lain. Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

 

مَنْ أُعْطِىَ عَطَاءً فَوَجَدَ فَلْيَجْزِ بِهِ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَلْيُثْنِ بِهِ فَمَنْ أَثْنَى بِهِ فَقَدْ شَكَرَهُ وَمَنْ كَتَمَهُ فَقَدْ كَفَرَهُ

Siapa diberi pemberian lalu ia mampu membalas, maka hendaknya ia membalas. Dan siapa tidak mampu, maka hendaknya ia memuji. Karena siapa yang memuji berarti ia telah berterima kasih, dan siapa yang hanya memendamnya maka ia telah mengingkari.” (Shahih Abu Dawud)

Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

 

لاَ يَنْظُرُ اللَّهُ تَبَارَكَ وَتَعَالَى إِلَى امْرَأَةٍ لاَ تَشْكَرُ لِزَوْجِهَا وَهِيَ لاَ تَسْتَغْنِي عَنْهُ

Allah tidak akan melihat seorang istri yang tidak berterima kasih kepada suaminya, padahal ia membutuhkan suami.”

Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

 

وَمَنْ صَنَعَ إِلَيْكُمْ مَعْرُوفًا فَكَافِئُوهُ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا مَا تُكَافِئُونَهُ فَادْعُوا لَهُ حَتَّى تَرَوْا أَنَّكُمْ قَدْ كَافَأْتُمُوهُ

Siapa yang berbuat baik kepada kalian maka balaslah. Jika kalian tidak mendapati sesuatu untuk membalas (kebaikannya) tersebut maka doakanlah untuknya hingga kalian melihat telah membalasnya (HR. Abu Dawud)

Seorang suami berkata, “Aku selalu memenuhi kebutuhan keluarga, kadang aku juga merasa berat. Setiap kali pulang aku tidak pernah mendengar istri berterima kasih, menghargai atau mendoakan. Ini tentu menyakitkan bagiku. “

Istri pun juga mengeluh, “Aku mengerjakan pekerjaan rumah demi melayani suami dan anak-anak. Terkadang aku juga letih, namun aku pun tidak pernah mendengar ucapan terima kasih atau doa. Ini semua membuat dada sempit dan melukaiku.”

Rata-rata masalah rumah tangga berujung perceraian terjadi hanya karena masalah-masalah yang sangat tidak layak. Para ahli mengatakan, “Kehidupan rumah tangga Anda akan terasa bahagia dan tenang, cukup hanya dengan biasa berterima kasih kepada istri dan buatlah ia merasa dihargai. Riset terbaru di George Mason University membuktikan bahwa istri yang berterima kasih kepada suami akan lebih bahagia dan hidup dengan umur lebih panjang.” (www.kaheel7.com)

Wallahu a’lam

Sumber :

Dinukil dari “ Tis’un Wa Tis’una Fikrah li Hayah Zaujiyah Sa’idah”, karya : Dr. Musyabbab bin Fahd al-Ashimi (ei, hal. 92)

Amar Abdullah bin Syakir

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: