Terus Bersemangat Dalam Kebaikan (Pasca Ramadhan)

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا، مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلاَ مُضِلَّ لَهُ ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلاَ هَادِىَ لَهُ أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوتُنَّ إِلاَّ وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُوا رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالًا كَثِيرًا وَنِسَاءً وَاتَّقُوا اللَّهَ الَّذِي تَسَاءَلُونَ بِهِ وَالْأَرْحَامَ إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا . يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

إن أصدق الحديث كتاب الله و أحسن الهدى هدى محمد و شر الأمور محدثاتها و كل محدثة بدعة و كل بدعة ضلالة و كل ضلالة في النار

Seorang mukmin dalam kehidupan ini, sejatinya sedang meniti sebuah jalan. Jalan yang ia tapaki punya maksud dan tujuan, yaitu mentaati Allah dan menggapai ridhanya. Oleh kerena itu, kewajiban Muslim di dunia ini adalah mewujudkan ubudiyah kepada Allah, penghambaan diri hanya kepada Allah. Ia harus mengenal rabbnya, dengan mengenal nama-namanya yang husna (yang terbaik) dan sifat-sifatnya yang maha tinggi. Dengan itu, ia bisa mewujudkan penghambaan dirinya kepadanya, dan mengikhlaskannya hanya kepadanya

قُلْ إِنَّ صَلَاتِي وَنُسُكِي وَمَحْيَايَ وَمَمَاتِي لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِينَ

Katakankah, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanyalah untuk Allah, Rabb semesta alam (Qs. Al An’am : 162)

 

Kaum Mukminin Yang dirahmati Allah

Jalan kaum mukminin memiliki permulaan dan punya garis finis. Permulaannya adalah kehidupan ini. Ia terus meniti jalannya menuju Allah, berpindah dari satu titik ibadah menuju ibadah lainnya, sampai ajal menjemputnya.

وَاعْبُدْ رَبَّكَ حَتَّى يَأْتِيَكَ الْيَقِينُ

Dan ibadahi lah rabbmu sampai datang kepadamu yang diyakini (ajal) (Qs. Al Hijr : 99)

Sedangkan finish atau titik akhir dari perjalanan ruhani ini adalah Surga yang luasnya seluas langit dan bumi, dan itu hanya diperuntukkan bagi orang-orang yang bertakwa.

Di Surga lah kenikmatan tiada tara bagi mereka yang meniti jalan Allah. Nikmat nan abadi, yang tak pernah terlihat oleh mata, tidak pernah terdengar oleh telinga, dan tidak pernah terbetik di hati manusia. Dan bila penghuni surga telah memasuki surga, Allah pun berfirman

تُرِيدُونَ شَيْئًا أَزِيدُكُمْ فَيَقُولُونَ أَلَمْ تُبَيِّضْ وُجُوهَنَا أَلَمْ تُدْخِلْنَا الْجَنَّةَ وَتُنَجِّنَا مِنَ النَّارِ – قَالَ – فَيَكْشِفُ الْحِجَابَ فَمَا أُعْطُوا شَيْئًا أَحَبَّ إِلَيْهِمْ مِنَ النَّظَرِ إِلَى رَبِّهِمْ عَزَّ وَجَلَّ

“Apakah kalian menginginkan sesuatu sebagai tambahan dariku? Mereka menjawab: Bukankah Engkau telah memutihkan wajah kami, bukankah Engkau telah memasukkan kami ke surga dan menyelamatkan kami dari neraka” Lalu disingkapkanlah tabir penutup ; sehingga tidak pernah mereka mendapatkan sesuatu yang lebih mereka sukai daripada melihat wajah Allah Rabb mereka.

 

Kaum Mukminin yang dimuliakan Allah

Perjalanan hamba ini haruslah didukung dengan tidak motor penggerak, agar seorang Mukmin bisa meniti jalan tersebut dan agar perjalanannya menjadi prima.

Tiga motor penggerak yang menghujam dalam diri seorang Mukmin adalah :

  1. Mahabbah (kecintaan kepada Allah)
  2. Ar Raja’ (pengharapan)
  3. Al Khauf (rasa takut)

Itu semua adalah motor penggerak hati.

Adapun mahabbah, kecintaan kepada Allah, maka rasa inilah yang menjadikan seorang muslim berantusias meniti jalan lurus, sehingga ia punya azam (tekad) kuat untuk terus meniti jalan menuju Allah.

Adapun raja’, yaitu mengharap rahmatnya, adalah penuntun bagi kaum Mukmin dalam perjalanan ini.

Sedangkan khauf, yaitu, takut akan siksa dan murkanya, maka itu adalah kekuatan yang melarang dan mencegah dari segala yang menjauhkannya dari jalan lurus ini.

Allah ﷻ telah menghimpun tiga hal ini dalam firmannya,

أُولَئِكَ الَّذِينَ يَدْعُونَ يَبْتَغُونَ إِلَى رَبِّهِمُ الْوَسِيلَةَ أَيُّهُمْ أَقْرَبُ وَيَرْجُونَ رَحْمَتَهُ وَيَخَافُونَ عَذَابَهُ إِنَّ عَذَابَ رَبِّكَ كَانَ مَحْذُورًا

Orang-orang yang mereka seru itu, mereka sendiri mencari jalan kepada rabb mereka siapa di antara mereka yang lebih dekat (kepada Allah) dan mengharapkan rahmatnya dan takut akan adzabnya ; sesungguhnya adzab Rabbmu adalah suatu yang (harus) ditakuti. (Qs. Al Isra : 57)

 

Kaum Mukminin yang dimuliakan Allah

Jalan menuju ridha Allah ini harus diiringi dengan amalan, tidak boleh ditinggalkan. Yaitu dengan mengamalkan segala yang fardhu dan wajib dalam Islam dan yang disunnahkan, menegakkan segala bentuk penghambaan kepada Allah semata, dengan menjauhi dosa dan yang diharamkan ; karena itu semua akan mengundang siksa.

Begitupun dalam meniti jalan ini, ada rintangan dan hambatan yang menghadang, yang semua itu bisa membelokkan dari jalan lurus. Maka kita harus berhati-hati terhadap rintangan yang menghadang tersebut. Rintangan ini secara garis besar bisa di kategorikan dalam tiga hal :

  1. Syirik, menyekutukan Allah. Seorang muslim bisa selamat dari rintangan ini dengan mengikhlaskan agama hanya untuk Allah ﷻ semata.
  2. Bid’ah. Jalan selamat dari rintangan ini adalah dengan murni ittiba’, mengikuti sunnah Rasul ﷻ.
  3. Maksiat dengan berbagai ragamnya. Dan jalan untuk berlepas darinya adalah dengan bertaubat dari dosa dan bertekad kuat untuk menjauhinya serta mawas diri agar tidak terjatuh ke dalamnya.

 

Kaum Mukminin yang dimuliakan Allah

Perlu pula diwaspadai, bahwa jalan hamba yang hendak menuju Allah akan dihadang oleh para pembegal dan penyamun. Mereka akan mengganggu perjalanan hamba menuju Allah. Maka seorang muslim harus waspada dari mereka. Pembegal jalan ini yang paling berbahaya adalah setan yang terkutuk. Semoga Allah melindungi kita darinya. Karena itu sering kali Allah ﷻ memperingatkan dari musuh bebuyutan manusia ini. Karena setan mengganggu hamba dari semua penjuru, dan ia benar benar menghalangi hamba dari jalannya, untuk membelokkannya dari agama Allah ﷻ. Nabi ﷻ bersabda

إِنَّ الشَّيْطَانَ قَعَدَ لِابْنِ آدَمَ بِأَطْرُقِهِ

Sesungguhnya setan menghalangi anak Adam dari jalan jalan yang ditempuhnya (HR. An Nasai, Ibnu Hibban, Al Baihaqi)

Artinya, setan menghalangi manusia dari setiap jalan yang ia titi dalam menggapai rahmatnya. Ia akan menghalangi hamba dari jalan islam, jika tidak berhasil, ia pun menghalanginya dari jalan hijrah, dan begitu seterusnya, agar si hamba jatuh ke dalam murka Allah ﷻ. Dan bila hamba berhasil menepis gangguan setan, maka Allah ﷻ pun akan menjaminnya masuk Surga.

Begitu pula di antara penghalang jalan menuju Allah ﷻ adalah para cecunguk setan, para pembantu setan dari kalangan setan manusia dan jin. Semoga Allah ﷻ melindungi kita dari itu semua.

Dan harus kita camkan wahai saudaraku Kaum muslimin ! Bahwa jalan menuju Allahﷻtidaklah ditempuh dengan bersantai ria dan berpangku tangan. Namun harus bersegera dan berlomba menuju kebaikan, memanfaatkan waktu dan momen berharga untuk memenangkan ridha Allah ﷻ. Sehingga hidup ini pun menjadi ajang dan tangga menuju kebaikan abadi. Perlu kiranya diingat bahwa perjalanan ini mempunyai batas waktu, yakni kala maut datang menjemputnya. Dan, hamba yang bahagia adalah yang mempersiapkan diri untuk menghadapi kematiannya, dengan berbekal ketaatan dan penghambaan diri kepada Allah ﷻ.

أَقُوْلُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرَ اللهَ لِي وَلَكُمْ

الْحَمْدُ لِلَّهِ حَمْدًا كَثِيرًا طَيِّبًا مُبَارَكًا فِيهِ

أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُولُهُ

اَللَّهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ عَلَى نَبِيِّنَا مُحُمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَأَصْحَابِهِ أَجْمَعِيْنَ

Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah

Pada hari yang berkah ini, sebagian ummat Islam tengah dirundung luka dan pilu nan dalam di berbagai penjuru bumi. Tidak sedikit dari mereka yang tertindas, dibantai, atau dikoyak kehormatan mereka. Semoga Allah ﷻ melapangkan mereka, dan meneguhkan mereka dalam keimanan.

Semoga Allah ﷻ menurunkan kemenangan untuk mereka. Dan kaum Muslimin adalah tubuh yang satu, bila ada salah satu anggota tubuh yang merasa sakit, maka anggota tubuh yang lain pun akan turut merasakannya. Maka kita pun harus turut merasakan duka dan nestapa saudara-saudara kita kaum Muslimin. Kegembiraan kaum muslimin adalah satu, nestapa mereka pun satu. Mereka adalah laksana satu bangunan kokoh, yang menopang satu sama lainnya. Kita topang mereka dengan segala yang kita mampu. Paling tidak kita doakan mereka dengan tulus, bertawajjuh kepada Allah ﷻ agar Allah ﷻ memberikan rasa aman kepada mereka, agar menutup aib mereka, dan agar menjaga mereka. Karena Allah lah ﷻ Yang Maha Menjaga. Tidak lupa kita doakan saudara-saudara kita yang tengah terbaring sakit, agar Allah ﷻ memberikan mereka kesembuhan, melapangkan kesulitan mereka, dan agar Allah ﷻ menjaga kaum Muslimin di manapun mereka berada.

Dan, akhirnya, kita meresapi kembali hadis Nabi ﷻ bahwa setan di bulan Ramadhan dibelenggu. Dan inilah bulan Ramadhan telah usai. Seolah-olah kita lihat setan pun telah lepas dari belenggunya, untuk menyesatkan kaum Muslimin dari jalan mereka. Maka kita bulatkan kembali tekad, untuk berlindung dari setan terkutuk. Juga meminta perlindungan kepada Allah ﷻ dari jiwa yang senantiasa memerintahkan keburukan. Kita kembali kepada ketaatan. Seraya menghadapkan jiwa sepenuhnya kepada Allah ﷻ, dengan ikhlas, dan mutaba’ah mengikuti sunnah Nabi ﷻ

 

Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah

Masing-masing kita adalah pemimpin, yang bertanggung jawab terhadap apa yang kita pimpin. Dan itu adalah amanah, yang akan ditanyakan kelak di hari Kiamat. Maka hendaklah kita bertakwa kepada Allah ﷻ dalam berlaku kepada keluarga kita, anak-anak kita. Kita didik mereka dengan adab-adab Islam dan akhlak-akhlak yang mulia. Semoga Allah ﷻ memperbaiki niat-niat kita semuanya, dan menjadikan mereka sebagai generasi yang shalih dan bertakwa. Amin ya Rabbal ‘Alamin. Dan, semoga pula Allah ﷻ menerima semua amal shalih kita. Amin

إِنَّ اللَّهَ وَمَلَائِكَتَهُ يُصَلُّونَ عَلَى النَّبِيِّ يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا صَلُّوا عَلَيْهِ وَسَلِّمُوا تَسْلِيمًا

اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا صَلَّيْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ اللَّهُمَّ بَارِكْ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ مُحَمَّدٍ كَمَا بَارَكْتَ عَلَى إِبْرَاهِيمَ وَعَلَى آلِ إِبْرَاهِيمَ إِنَّكَ حَمِيدٌ مَجِيدٌ

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا ذُنُوبَنَا وَإِسْرَافَنَا فِي أَمْرِنَا وَثَبِّتْ أَقْدَامَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى الْقَوْمِ الْكَافِرِينَ

رَبَّنَا آتِنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً وَهَيِّئْ لَنَا مِنْ أَمْرِنَا رَشَدًا

رَبَّنَا اغْفِرْ لَنَا وَلِإِخْوَانِنَا الَّذِينَ سَبَقُونَا بِالْإِيمَانِ وَلَا تَجْعَلْ فِي قُلُوبِنَا غِلًّا لِلَّذِينَ آمَنُوا رَبَّنَا إِنَّكَ رَءُوفٌ رَحِيمٌ

اَللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُوْلُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيْكَ وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ وَمِنَ الْيَقِيْنِ مَا تُهُوْنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيْبَاتِ الدُّنْيَا وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا وَاجْعَلْهُ الْوَارِثَ مِنَّا وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا وَلَا تَجْعَلْ مُصِيْبَتَنَا فِي دِيْنِِنَا وَلَا تَجْعَلْ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا وَلَا مَبْلَغَ عِلْمِنَا وَلَا تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لَا يَرْحَمُنَا

اَللَّهُمَّ أَصْلِحْ وُلَاةَ أُمُوْرِنَا وَأَصْلِحْ ذَاتَ بَيْنِنَا وَأَلِّفْ بَيْنَ قُلُوْبِنَا وَاهْدِنَا سُبُلَ السَّلَامِِ وَنَجِّنَا مِنَ الظُّلُمَاتِ إِلَى النُّوْرِ وَجَنِّبْنَا الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ وَمَا بَطَنَ

اَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي أَسْمَاعِنَا وَاَبْصَارِنَا وَقُلُوْبِنَا وَأَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا وَتُبْ عَلَيْنَا إِنَّكَ أَنْتَ التَّوَّابُ الرَّحِيْمُ وَاجْعَلْنَا شَاكِرِيْنَ لِنِعْمَتِكَ مُثْنِيْنَ بِهَا عَلَيْكَ قَابِلِيْنَ لهَاَ وَأَتْمِمْهَا عَلَيْنَا

اَللَّهُمَّ اجْعَلْنَا هَادِيْنَ مُهْتَدِيْنَ غَيْرَ ضَالِيْنَ وَلَا مُضِلِّيْنَ سِلْمًا لِأَوْلِيَائِكَ وَحَرْبًا لِأَعْدَائِكَ نُحِبُّ بِحُبِّكَ مَنْ أَحَبِّكَ وَنُعَادِي بِعَدَاوَتِكَ مَنْ خَالَفَكَ

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الْآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

وآخِرُ دَعْوَانَا أَنِ الْحَمْدُ لِلَّهِ رَبِّ الْعَالَمِيْنَ

 

Amar Abdullah bin Syakir

 

Artikel: www.hisbah.net
Ikuti update artikel kami di Hisbah.net
Youtube: HisbahTv
Instagram: Hisbahnet dan Al Hisbah Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *