Tidak Akan Tenang Hidup Kaya Dengan Riba

Sesungguhnya manusia diciptakan untuk tujuan beribadah kepada Allah ﷻ. Dan kehidupan di dunia sementara, sebagai tempat singgah mengumpulkan bekal agar cukup untuk mengarungi kehidupan abadi di akhirat kelak.

Namun, dengan segala jalan rezeki halal yang Allah ﷻ berikan, tidak sedikit orang-orang yang mengambil jalan pintas demi mendapatkan uang, apakah itu untuk menyelesaikan masalahnya, atau membiayai usaha dan kehidupannya yang mewah dengan hutang-piutang riba.

Padahal, perlu diketahui bahwa kebahagiaan sekilas mungkin dapat dibeli dengan uang haram, seperti memiliki rumah, kendaraan dan aset-aset lainnya. Namun ketenangan hidup ada pada mentaati aturan Allah dan Rasulnya.

Dan pada masalah harta, aturannya adalah mencari rejeki dari sumber yang halal, dan hutang-piutang dengan riba adalah haram.

Allah peringatkan dalam firmannya:

فَإِنْ لَمْ تَفْعَلُوا فَأْذَنُوا بِحَرْبٍ مِنَ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَإِنْ تُبْتُمْ فَلَكُمْ رُءُوسُ أَمْوَالِكُمْ لَا تَظْلِمُونَ وَلَا تُظْلَمُونَ

Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasulnya akan memerangimu. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu; kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya. (QS Al Baqarah: 279)

Maka, jika seseorang berani berpaling dari peringatan Allah ﷻ, ketenangan hidupnya akan dicabut, sehingga dia akan merasa sempit di tengah limpahan harta, atau merasa sepi di tengah ketenarannya. Allah ﷻ berfirman:

وَمَنۡ اَعۡرَضَ عَنۡ ذِكۡرِىۡ فَاِنَّ لَـهٗ مَعِيۡشَةً ضَنۡكًا وَّنَحۡشُرُهٗ يَوۡمَ الۡقِيٰمَةِ اَعۡمٰى‏

Dan barang siapa berpaling dari peringatan-Ku, maka sungguh, dia akan menjalani kehidupan yang sempit, dan Kami akan mengumpulkannya pada hari Kiamat dalam keadaan buta.” (QS Al Baqarah: 124)

Bagaimana bentuk penyempitan hidup? Yaitu dicabutnya keberkahan, sebanyak apapun harta akan terasa kurang. Dan orang-orang disekitarnya seperti anak dan istri akan menjadi sumber masalah baginya, mengapa? Karena dia memberikan makan mereka dengan harta haram.

Maka jika sudah begitu, doa-doa dan harapnya pun akan sia-sia selama dia belum bertaubat dan membersihkan hartanya dari yang haram.

Nabi ﷺ bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّ اللَّهَ طَيِّبٌ لَا يَقْبَلُ إِلَّا الطَّيِّبَ إِنَّ اللَّهَ أَمَرَ الْمُؤْمِنِينَ بِمَا أَمَرَ بِهِ الْمُرْسَلِينَ قَالَ { يَا أَيُّهَا الرُّسُلُ كُلُوا مِنْ الطَّيِّبَاتِ وَاعْمَلُوا صَالِحًا إِنِّي بِمَا تَعْمَلُونَ عَلِيمٌ } وَقَالَ { يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا كُلُوا مِنْ طَيِّبَاتِ مَا رَزَقْنَاكُمْ } قَالَ ثُمَّ ذَكَرَ الرَّجُلَ يُطِيلُ السَّفَرَ أَشْعَثَ أَغْبَرَ يَمُدُّ يَدَيْهِ إِلَى السَّمَاءِ يَا رَبِّ يَا رَبِّ وَمَطْعَمُهُ حَرَامٌ وَمَلْبَسُهُ حَرَامٌ وَمَشْرَبُهُ حَرَامٌ وَغُذِّيَ بِالْحَرَامِ فَأَنَّى يُسْتَجَابُ لِذَلِكَ

“Wahai manusia, sesungguhnya Allah itu Maha Baik, tidak menerima kecuali yang baik. Sesungguhnya Allah telah memerintahkan kepada orang-orang yang beriman apa yang Dia perintahkan kepada para rasul. Allah berfirman: (Hai para rasul, makanlah dari makanan yang baik-baik dan kerjakanlah amal shalih. Sesungguhnya Aku Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan). Allah juga berfirman: (Hai orang-orang yang beriman, makanlah dari rezeki yang baik-baik yang Kami berikan kepadamu).” Ia mengatakan; Kemudian beliau menyebutkan tentang seorang laki-laki yang telah melakukan perjalanan panjang dengan rambut kusut dan berdebu, ia menengadahkan kedua tangannya ke langit; Ya Rabbku ya Rabbku, sementara makanannya haram, pakaiannya haram, minumannya haram dan tumbuh dengan makanan yang haram, maka bagaimana mungkin doanya akan dikabulkan? (HR Addarimi)

Oleh karena itu, tumbuhkanlah sifat qanaah dalam diri agar selalu merasa cukup dengan hasil halal yang ada. Dan jangan sampai berani menafkahi keluarga dengan yang haram. Karena keluarga itulah sejatinya aset yang paling bernilai, karena merekalah yang akan mendoakan dan merawatmu.

Semoga Allah ﷻ memberikan hidayah dan taufiknya kepada kita semua.

Artikel: www.hisbah.net
Ikuti update artikel kami di Hisbah.net
Youtube: HisbahTv
Instagram: Hisbahnet dan Al Hisbah Bogor

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *