Tiga Jenis Zina yang Paling Memalukan

TIGA-JENIS-ZINA-YANG-PALING-MEMALUKAN.jpg

Tidak ada satupun orang yang berakal lagi berhati bersih yang akan meragukan keharaman zina dan tidak menganggapnya sebagai perbuatan keji dan merusak. Namun meski secara umum perbuatan zina ini sudah dikategorikan sebagai salah satu dosa paling besar dan maksiat yang paling memalukan, namun ternyata ada dua jenis zina yang paling besar dosanya dan paling memalukan jika dilakukan, apakah keduanya itu? Berikut paparannya:


1 – SELINGKUH DENGAN TETANGGA


Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

 “لأن يزني الرجل بعشر نسوة أيسر عليه من أن يزني بامرأة جاره”. رواه البخاري وأحمد


“Seseorang yang berzina dengan sepuluh wanita lebih ringan atasnya daripada menzinahi istri tetangganya”. (HR Bukhari dan Ahmad)


Mengapa demikian? Karena islam sangat menjaga hubungan bertetangga, bahkan disebutkan bahwa orang yang paling buruk adalah orang yang membuat tetangganya was-was akan kejahatannya. Karena tetangga seharusnya adalah menjadi keluarga terdekat, yang akan pertama kali menolong dikala genting, yang menjaga rumah dan keluargamu dikala engkau pergi, bukan malah haknya dinodai dan direnggut.


2 – ZINA SEDARAH (INCEST)

من وقع على ذات محرم فاقتلوه


“Barangsiapa yang menzinahi mahramnya, maka hukumlah ia dengan hukum mati”. (HR Tirmidzi dan Ibnu Majah)


Jenis zina yang satu ini bahkan dapat dikategorikan sebagai penyimpangan seksual, mengapa? Karena menyalahi fitrah bahwa antar sesama saudara sedarah itu harusnya saling menjaga dan menyayangi, bukan berbuat sesuatu yang tidak masuk akal seperti diatas.  Maka dari itu, hadits menyebutkan dengan tegas hukuman bagi yang melakukannya, yaitu hukuman mati, yang mana kita ketahui dengan nama RAJAM bagi pelaku zina.


3 – BERZINA DENGAN IPAR


Maksiat yang satu ini bukan hanya terhitung sangat keji, bahkan sangat memalukan keluarga besar, antara keluarga sendiri dan keluarga besar, karena bagaimana mungkin seseorang dengan tanpa malu melirik wanita yang secara kekeluargaan disebut sebagai kakak atau adik iparnya, dan dengan tega melangkahi kehormatan saudaranya sendiri? Dan fakta dilapangan menyebutkan bahwa kasus seperti dapat terjadi karena interaksi yang terlalu terbuka dan sering antar ipar, dan yang paling berpotensi adalah sebab tinggal seatap. Maka dari itu, Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam pernah menjawab didalam hadits berikut:

(إياكم والدخول على النساء!)، فقال رجل من الأنصار: يا رسول الله، أفرأيت الحمو؟ قال: «الحمو الموت» (رواه البخاري ومسلم)


“Janganlah kalian masuk ke tempat-tempat wanita!, maka seseorang dari kaum Anshar bertanya: Bagaimana dengan ipar wahai Rasulullah?, beliau menjawab: (Ipar adalah maut!). (HR Bukhari dan Muslim)


Mengapa berbaurnya antar ipar disebut sepert mencari mati? Karena potensi fitnah dapat timbul lebih leluasa ketimbang dengan orang asing, karena jika ada orang asing yang coba-coba mendekati istri kita maka kita akan segera mengambil tindakan, namun jika ipar lebih sering kita berprasangka baik, karena dianggap bersaudara, padahal syetan tidak akan tinggal diam manakala dua insan bersama-sama tanpa ada yang melihat mereka, jika zina antar hubungan sedarah saja mungkin terjadi, apalagi yang bukan mahram seperti antar ipar?


Semoga Allah Ta’ala menjaga kita dan keluarga kita dari perbuatan keji nan memalukan ini.

Artikel : www.hisbah.net

Ustadz Muhammad Hadrami

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Instagram @hisbahnet,
Chanel Youtube Hisbah Tv

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: