Tiga Kesalahan yang Paling Sering Dilakukan Bulan Dzulhijjah

kesalahan.jpg

1. Tidak Menambah Ibadah

Sebuah kerugian yang besar bilamana hari-hari terbaik dalam setahun  menyapa yang mana padanya pahala dilipatgandakan dan dosa di hapuskan kemudian seorang muslim tidak memanfaatkannya dengan maksimal apalagi sampai sama sekali tidak menghiraukannya, sehigga baginya tidak ada bedanya. Padahal keutamaan beribadah di bulan Dzulhijjah ini begitu luarbiasa, sebagaimana yang diriwayatkan:

عن ابن عباس رضي الله عنهما قال: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم:  «ما العمل في أيّام أفضل في هذه العشرة»، قالوا: ولا الجهاد، قال: «ولا الجهاد إلاّ رجل خرج يخاطر بنفسه وماله فلم يرجع بشيء». (رواه البخاري)

Dari Ibnu ‘Abbas Radhiyallahu ‘anhuma bahwa Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : Tidak ada hari dimana amal shalih pada saat itu lebih dicintai oleh Allah daripada hari-hari ini, yaitu : Sepuluh hari dari bulan Dzulhijjah. Mereka bertanya : Ya Rasulullah, tidak juga jihad fi sabilillah ?. Beliau menjawab : Tidak juga jihad fi sabilillah, kecuali orang yang keluar (berjihad) dengan jiwa dan hartanya, kemudian ia tidak kembali dengan membawa sesuatu apapun”. (HR Bukhari)

2. Tidak Takbiran

Perlu diketahui bersama, bahwa takbiran bukan hanya disunnahkan di malam hari raya iedul fitri saja, namun juga takbiran dikumandangkan ketika masuk hari pertama dibulan Dzulhijjah sampai hari terakhir dari Hari Taysriq.

Imam Bukhari berkata:

(وكان ابن عمر وأبو هريرة يخرجان إلى السوق في أيام العشر يكبران، ويكبر الناس بتكبيرهما) [صحيح البخاري، ج 1، ص 329  ]

Ibnu Umar dan Abu Hurairah pada 10 hari pertama Dzulhijjah keluar ke pasar dan keduanya bertakbir, dan orang-orangpun ikut bertakbir dengan takbiran keduanya”. (Sahih Bukhari)

3. Tidak Berpuasa Arafah

Terakhir, satu lagi kerugian yang begitu besar bagi yang menyepelekan keutamaan hari-hari ini, yaitu bilamana melewatkan puasa Arafah yaitu pada 9 Dzulhijjah, atau bertepatan pada Selasa 21 Agustus 2018.

Anda tahu keutamaan puasa di hari ini apa? yaitu diampunkan dosa setahun yang telah lewat dan setahun yang akan datang, sebagaimana yang diriwayatkan:

«أحتسب على الله أن يكفر السنة التي قبله والسنة التي بعده» (رواه مسلم).

Aku berharap dengannya Allah menghapus dosa tahun yang telah lalu dan yang akan datang”. (HR Muslim)

Namun dengan catatan, bahwa puasa ini bagi yang tidak sedang menunaikan ibadah haji, adapun bagi jamaah haji mereka hendaknya memperbanyak zikir dan doa ketika di wukuf di Padang Arafah.

Semoga Allah Ta’ala memberikan taufik dan hidayah-Nya kepada kita semua untuk dapat memanfaatkan hari-hari yang baik ini dengan mengoptimalkan ibadah dan penuh rasa ingin mendapatkan ampunan-Nya.

Muhammad Hadrami, LC

DzulhijjahAlumni Fakultas Syari’ah LIPIA Jakarta

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: