Ummu Salamah, Cermin Wanita Penyabar Kala Tertimpa Musibah

Ummu-Salamah-Cermin-Wanita-Penyabar-Kala-Tertimpa-Musibah.jpg

Ummu Salamah telah kehilangan suaminya, Abu Salamah yang meninggal karena luka membusuk yang menimpanya pada saat perang Uhud. Beliau menghadapi musibah ini dengan sabar dan tegar. Namanya masih akan disebut-sebut hingga Allah membinasakan bumi dan orang-orang yang ada di dalamnya.

Di  dalam Shahih Muslim (2/633) dan yang lainnya, bahwa Ummu Salamah datang kepada Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- setelah kematian suaminya, Abu Salamah. Dengan hati yang menderita karena ditinggalkan olehnya, dia berkata, “Apa yang akan aku katakan ”, Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

اَللَّهُمَّ اغْفِرْلَنَا وَلَهُ, وَأَعْقِبْنِي مِنْهُ عُقْبًى صَالِحَةً

Ucapkanlah, ‘Ya Allah, berikanlah ampunan kepada kami dan kepadanya, dan gantikanlah dia untukku dengan pengganti yang shaleh.

Selanjutnya dia berkata, “Aku pun mengucapkannya , kemudian Allah menggantinya dengan Muhammad-shallallahu ‘alaihi wasallam.

Disebutkan juga dalam shahih Muslim (2/632) dari Ummu Salamah, ia berkata, “Aku mendengar Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

مَا مِنْ مُسْلِمٍ تُصِيْبُهُ مُصِيْبَةٌ فَيَقُوْلُ مَا أَمَرَهُ اللهُ : إِنَّا لِلَّهِ وَإِنَّا إِلَيْهِ رَاجِعُوْنَ, اَللَّهُمَّ أْجُرْنِي فِي مُصِيْبَتِي وَأَخْلِفْ لِي خَيْرًا مِنْهَا, إِلَّا أَخْلَفَ اللهُ لَهُ خَيْرًا مِنْهَا

“Tidaklah seorang Muslim yang terkena musibah kemudian dia mengucapkan apa yang telah diperintahkan Allah kepadanya, “Sesungguhnya kami adalah milik Allah dan sesungguhnya kepada-Nya kami kembali. Ya Allah, berilah pahala kepadaku dalam musibahku dan gantilah untukku dengan yang lebih baik (dari musibahku)”, melainkan pasti Allah menggantikan untuknya dengan yang lebih baik daripadanya.”

Selanjutnya Ummu Salamah berkata, “Ketika Abu Salamah meninggal, aku berkata, ‘Muslim mana yang lebih baik daripada Abu Salamah ? Keluarganya adalah yang pertama kali hijrah kepada Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam-.’Kemudian aku mengucapkan doa tersebut, dan Allah mengganti untukku dengan Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam-.”

Dia berkata, “Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- mengutus kepadaku Hathib bin Abi Balta’ah agar melamarku untuknya. Aku katakan,’Saya memiliki seorang anak perempuan dan saya seorang pencemburu.’ Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

أَمَّا ابْنَتُهَا فَنَدْعُو اللهَ أَنْ يُغْنِيَهَا عَنْهَا, وَأَدْعُو اللهَ أَنْ أَذْهَبَ بِالْغِيْرَةِ

Mengenai putrinya, kami berdoa kepada Allah semoga mencukupkannya, dan kami berdoa kepada Allah semoga Dia menghilangkan rasa cemburunya (yang berlebihan).’

Demikian hasil dari kesabaran dan mengharap (balasan dari Allah) pada saat musibah menimpa, Allah telah mengaruniainya orang yang lebih baik daripada Abu Salamah, yaitu Rasulullah, Muhammad –shallallahu ‘alaihi wasallam-. Beliaupun bahagia dengannya, dan dengannya pula dia mendapatkan dua kebaikan, kebaikan dunia dan kebaikan akhirat.

Wallahu a’lam

Penulis : Amar Abdullah bin Syakir

Sumber :

Durusun Min Hayati Ash-Shahabiyat, Dr. Abdul Hamid as-Suhaibani, (ei.hal, 100-101)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: