Zina, Dosa yang Paling Keji

kota-4.jpg

Di antara dosa yang paling keji dan kemaksiatan yang paling mengerikan yang biasa dilakukan sebagian kaum wanita adalah melakukan perbuatan keji yang bernama zina dan terjerumus ke dalam perilaku yang kotor. Allah ta’ala berfirman,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (Qs. Al-Isra’ : 32)

Zina termasuk salah satu dosa besar, pelakunya pasti mendapat hukuman dan azab dari Allah, baik di dunia maupun di akhirat.

Dari Ibnu Abbas –semoga Allah meridhainya- diriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

إِذَا ظَهَرَ الزِّنَا وَ الرِّبَا فِي قَرْيَةٍ فَقَدْ أَحَلُّوْا بِأَنْفُسِهِمْ عَذَابَ اللهِ

Apabila perzinaan dan riba telah merajalela di suatu daerah, berarti mereka telah menghalalkan diri mereka mendapat azab Allah. (Dikeluarkan oleh ath-Thabraniy dan al-Hakim. Lihat, Shahihul Jami’ (I/178) (679)

Itu merupakan salah satu buah pahit dari lemahnya keimanan terhadap Allah.

Dari Abu Hurairah –semoga Allah meridhainya- diriwayatkan bahwa Nabi-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

لاَ يَزْنِي الزَّانِي حِينَ يَزْنِي وَهْوَ مُؤْمِنٌ

Tidaklah seorang pezina ketika berzina sementara ia dalam keadaan beriman (Shahih al-Bukhari)

Masih dari Abu Hurairah-semoga Allah meridhainya- diriwayatkan bahwa ia berkata, Rasulullah –shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

إِذَا زَنَى الرَّجُلُ خَرَجَ مِنْهُ الإِيمَانُ كَانَ عَلَيْهِ كَالظُّلَّةِ ، فَإِذَا انْقَطَعَ رَجَعَ إِلَيْهِ الإِيمَانُ

Jika seseorang berzina, berarti imannya telah keluar dari dirinya. Pada waktu itu imannya seperti awan. Jika dia berhenti, maka imannya akan kembali lagi padanya (Shahih Sunan Abu Dawud)

Pelakunya akan mendapatkan hukuman di dunia ini berupa cambukan seratus kali dan diasingkan selama satu tahun bagi para pezina yang belum menikah (ghairu mukhshan). Sedangkan bagi para pezina yang sudah mukhshan baik yang sudah menikah atau yang sudah menjanda/menduda, dirajam (dilempar) dengan batu sampai mati. Pasalnya, dengan melakukan dosa ini, berarti dia telah mengharamkan kebaikan dan barakah dari Rabbnya.

Dari Utsman bin Abi Ash-semoaga Allah meridhainya- diriwayatkan bahwa Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda,

تُفْتَحُ أَبْوَابُ السَّمَاءِ نِصْفَ اللَّيْلِ فَيُنَادِي مُنَادٍ: هَلْ مِنْ دَاعٍ فَيُسْتَجَابَ لَهُ؟ هَلْ مِنْ سَائِلٍ فَيُعْطَى؟ هَلْ مِنْ مَكْرُوبٍ فَيُفَرَّجَ عَنْهُ؟ فَلا يَبْقَى مُسْلِمٌ يَدْعُو بِدَعْوَةٍ إِلَّا اسْتَجَابَ اللَّهُ لَهُ إِلا زَانِيَةٌ تَسْعَى بِفَرْجِهَا أَوْ عَشَّارٌ

Pada pertengahan malam, pintu-pintu langit dibuka. Lalu terdengarlah seruan, ‘Siapa saja yang berdoa, pasti dikabulkan. Siapa saja yang meminta, pasti diberi. Siapa saja yang ditimpa kesulitan, pasti dilapangkan ? ‘ Sehingga tiada seorang muslim pun yang berdoa, pasti dikabulkan oleh Allah kecuali wanita pezina yang mencari penghasilan dengan kemaluannya atau para pemungut pajak (Diriwayatkan oleh Ahamd dan Thabraniy)

Allah telah menetapkan azab di alam barzakh (kubur) bagi mereka yang terjerumus di dalamnya jika belum bertaubat.

Dari Samurah bin Jundub –semoga Allah meridhainya- diriwayatkan bahwa ia berkata, “Nabi-shallallahu ‘alaihi wasallam- apabila selesai shalat, beliau biasa menghadapkan wajahnya kepada kami, lalu bertanya,’Siapa di antara kalian yang bermimpi semalam ? ‘Perawi melanjutkan, “Jika ada yang bermimpi, ia pun menceritakannya. Lantas beliau bersabda, ‘Maa syaaAllah.” Pada suatu hari, beliau bertanya kepada kami, Apakah ada di antara kalian yang bermimpi ?’ Kami menjawab,”Tidak”, Beliau bersabda, “Kalau aku sendiri, tadi malam aku bermimpi ada dua orang laki-laki yang menemuiku, lantas membawaku pergi ke sebuah daerah yang suci …” (Lalu beliau menyebutkan hadis ini, sampai pada sabda beliau), “… Kemudian kami beranjak menuju sebuah lubang seperti tungku api yang sempit bagian atasnya dan luas bagian bawahnya yang sedang dibakar di atas api. Apabila apinya didekatkan, maka meluaplah isi lubang tersebut hingga hampir tumpah. Namun jika apinya dipadamkan, maka isi lubang tersebut kembali masuk lagi. Di dalam lubang tersebut berisi kaum laki-laki dan wanita yang telanjang. Lantas aku bertanya, “Siapakah mereka ini ? “ Kedua Malaikat itu menjawab,”Orang-orang yang Anda saksikan berada di dalam lubang tadi adalah para pezina (Shahih al-Bukhari)

Adapun di akhirat nanti, maka mereka akan mendapatkan azab yang pedih.

Dari Abu Umamah –semoga Allah meridhainya- diriwayatkan bahwa ia berkata, Saya pernah mendengar Rasulullah-shallallahu ‘alaihi wasallam- bersabda, …Kemudian aku di bawa pergi. Tiba-tiba aku telah berada di suatu kaum yang badannya sangat gemuk (menggembung) dan baunya amat busuk seperti bau jamban. Aku bertanya,’Siapakah mereka itu ?’ Malaikat menjawab,’mereka adalah para pezina laki-laki dan perempuan … (Diriwayatkan oleh Ibnu Khuzaemah dan Ibnu Hibban dalam shahihnya)

Dari Fadhalah bin ubaid –semoga Allah meridhainya- bahwa ia berkata, Rasulullah-shallallahu ‘alahi wasallam- bersabda,

ثَلاَثَةٌ لاَ تَسْأَلْ عَنْهُمْ : رَجُلٌ فَارَقَ الْجَمَاعَةَ ، وَعَصَى إِمَامَهُ ، وَمَاتَ عَاصِيًا ، وَأَمَةٌ أَوْ عَبْدٌ أَبَقَ فَمَاتَ ، وَامْرَأَةٌ غَابَ عَنْهَا زَوْجُهَا ، قَدْ كَفَاهَا مُؤْنَةَ الدُّنْيَا فَخَانَتْهُ بَعْدَهُ

Ada tiga golongan manusia, jangan tanyakan tentang (azab) mereka, yaitu seseorang yang melarikan diri dari jama’ah (kaum muslimin) dan bermaksiat kepada imamnya serta mati dalam keadaan bermaksiat; seorang budak perempuan atau laki-laki yang lari dari tuannya, lalu mati; dan seorang wanita yang ditinggal bersafar suaminya, padahal telah dicukupi nafkahnya, namun dia mengkhianati suaminya (berzina) setelah itu … (Shahih Mawaridzih Zhamaan, I/113 (45)

Wallahu A’lam

Sumber :

Mukhalafat Nisaiyyah, 100 Mukhalafah Taqa’u Fiihal Katsir Minan Nisa’ Bi Adillatiha Asy-Syar’iyyah, (e.i, hal. 217)

 

Amar Abdullah bin Syakir

 

154 kali dilihat, 3 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: