Zina Merebak, Keburukan Menyebar di Tengah Masyarakat

tanah-retak.jpg

Tentu Anda tidak ragu untuk mengatakan bahwa zina merupakan keburukan. Bahkan ia merupakan perbuatan keji dan merupakan jalan yang buruk,

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS. Al-Isro : 32). Demikian Allah azza wajalla berfirman.

Pembaca yang budiman…

Mana kala ternyata jalan yang buruk inilah yang menjadi budaya suatu masyarakat berarti keburukan akan menyebar di tangah-tengah masyarakat tersebut, karena zina berisi seluruh keburukan.

Ya, Zina berisi seluruh keburukan. Apa sajakah keburukan yang ada padanya?

Pembaca yang budiman…

Di antara keburukan yang ada pada perbuatan keji dan jalan yang buruk ini, yaitu :

  1. Zina mengurangi (kualitas) agama seseorang.
  2. Zina menghilangkan sifat wara’.
  3. Zina merusak kehormatan dan harga diri.
  4. Zina mengurangi sifat cemburu.
  5. Zina menghitamkan wajah dan menjadikannya gelap.
  6.  Zina menggelapkan hati dan menghilang cahayanya.
  7. Zina mengakibatkan kefakiran yang terus menerus.
  8. Zina menghilangkan kesucian pelakunya dan menjatuh nilainya dihadapan Rabbnya dan dihadapan manusia.
  9. Zina mencopot sifat dan julukan terpuji seperti ‘iffah, baik, adil, amanah dari pelakunya serta menyematkan sifat cela seperti fajir, pengkhianat, fasiq dan pezina.
  10. Zina menghilangkan nama baik dan menggantinya dengan al khabîts, sebuah gelar yang sematkan buat para pezina.
  11. Zina merusak nasab.
  12. Zina menghancurkan kehormatan dan harga diri orang.
  13. Zina menyebabkan tersebarnya wabah penyakit berbahaya, tha’un (lepra) dan tersebarnya penyakit kelamin yang umumnya sulit diobati, minimal penyakit syphilis.
  14. Zina menghilangkan kewibawaan. Wibawanya akan di cabut dari hati keluarga, teman-temannya dan yang lain.
  15. Zina menyebab balasan amalan shalihnya hilang sehingga ia bangkrut pada hari kiamat.
  16. Pezina menyeburkan diri pada adzab di sebuah tungku api neraka yang bagian atasnya sempit dan bawahnya luas. Sebuah tempat yang pernah disaksikan Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menyiksa para pezina. (HR al-Bukhâri dalam shahihnya dari sahabat Samurah bin Jundab radhiyallahu ‘anhu).
  17. Pezina mendapatkan murka Allah azza wa jalla.
  18. Pezina telah menghilangkan kesempatan dirinya untuk mendapatkan kenikmatan bersama bidadari di tempat tinggal indah di surga.
  19. Perbuatan zina mendorong pelakunya berani durhaka kepada kedua orang tua, memutus kekerabatan, bisnis haram, menzhalimi orang lain dan menelantarkan istri dan keluarga
  20. Perbuatan zina dikelilingi oleh perbuatan maksiat lainnya. Jadi perbuatan nista ini tidak akan terealisasi kecuali dengan didahului, dibarengi dan diiringi beragam maksiat lainnya.
  21. Perbuatan keji menyebabkan keburukan dunia dan akherat.
  22. Pelaku zina wajib diberi sanksi; pezina yang belum menikah didera seratus kali dan diasingkan selama setahun dari daerahnya sedangkan pelaku yang pernah menikah atau masih berkeluarga dirajam (dilempari) batu sampai mati.
  23. Allah subhanahu wa ta’ala memberikan kegelisahan hati buat para pezina
  24. Manusia memandang pezina sebagai pengkhianat. Tidak ada seorangpun yang bisa mempercayainya mengurusi anak dan istrinya.
  25. Allah azza wa jalla memberikan rasa sumpek dan susah dihati pezina.
  26. Perbuatan zina membuka peluang bagi keluarganya untuk terjerumus dalam perbuatan serupa. Dalam pepatah dikatakan :

كَمَا تَدِيْنُ تُدَانُ

“Engkau akan dibalas sesuai dengan perbuatanmu.”

Pembaca yang budiman…

Itulah diantara sekian banyak keburukan yang terdapat dalam perbuatan zina. Semua ini memberikan gambaran betapa buruk dampak perbuatan nista ini dan alangkah rendah moralitas pelakunya. Wallohu a’lam.

Semoga Allah azza wa jalla melindungi kita dan seluruh kaum muslimin dari perbuatan keji ini dan dampak buruknya. Aamiin.

Shalawat dan salam semoga tercurahkan kepada nabi kita Muhammad, beserta keluarga dan para sahabatnya.

Sumber : Diringkas dari Khatarul Jarîmah al khuluqiyah, karya : Syaikh Abdullah bin Jârullah bin Ibrâhîm al jârullâh dengan sedikit perubahan.


Artikel : www.hisbah.net

Gabung di Fans Page kami hisbah.net

933 kali dilihat, 1 kali dilihat hari ini

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: