Zina Sumber Malapetaka

ZINA-SUMBER-MALAPETAKA.jpg

Haramnya perbuatan zina tidak asing lagi ditelinga, sebab banyaknya dalil yang menyebutkan, dan gamblangnya hikmah atau alasan dibalik pengharamannya. Dalil keharaman zina dari Al Qur’an yaitu firman Allah Ta’ala:

وَلَا تَقْرَبُوا الزِّنَا ۖ إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاءَ سَبِيلًا

“ Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji. Dan suatu jalan yang buruk.” (QS Al Israa: 32)

Dan dari hadits Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam, beliau bersabda:

(أَتُبَايِعُونِي عَلَى أَنْ لاَ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ شَيْئًا، وَلاَ تَزْنُوا) الحديث رواه البخاري.

“Bersediakah kalian berbaiat kepadaku dengan tidak menyekutukan Allah Ta’ala dengan sesuatu apapun dan tidak berzina”. (HR Bukhari)

Adapun hikmah atau alasan dibalik pengharamannya juga sudah banyak disebutkan oleh para ulama, yaitu secara umum zina merupakan sumber malapetaka bagi kehidupan orang yang melakukannya, bahkan dapat menjadi malapetaka yang turun temurun, sebab zina dapat menyebabkan setidaknya tiga permasalahan berikut:

1 – KACAUNYA TALI NASAB

Tidak asing lagi bahwa zina yang menghasilkan anak dapat mengacaukan hubungan pertalian nasab, baik status anak haram itu disembunyikan atau ditutupi; jika disembunyikan, maka misalkan anak haram tersebut adalah perempuan, kemudian yang bertindak sebagai wali nikahnya kelak adalah bapak biologisnya, maka pernikahannya tidak sah, dan dihukumi sebagai hubungan haram juga, dan hasil dari pernikahan haram tersebut juga anak haram, dan begitu seterusnya. adapun jika status anak haram tersebut diungkapkan, lagi-lagi yang didapat hanyalah rasa malu dan hina; hubungan keluarga akan hancur, dan siapa pula yang ingin menikahkan anaknya dengan calon mantu hasil hubungan gelap?

2 – TERSERANG PENYAKIT MENULAR

Juga bukan sebuah hal yang tidak diketahui oleh para pelaku zina, bahwa perbuatan mereka dapat mengundang penyakit kelamin, sebuah penyakit menular yang menjijikkan, dan penyakit yang dapat dikatakan adalah penyakit pengantar ke kematian, sebutlah AIDS yang menggerogoti ketahanan tubuh pengidapnya. Dan budaya gonta-ganti pasangan baik dengan pacar atau menyewa wanita malam adalah sumber dari penyakit ini. Terakhir, ketika seorang anak manusia sudah terkena penyakit ini, kebaikan apalagi yang dapat diharapkan darinya? Tinggallah ia sendiri meregang nyawa diatas dipan penyesalan tanpa seorangpun yang sudi berlama-lama duduk disebelahnya dengan menghirup bau busuk badannya dan pandangan yang menjijikkan itu.

3 – MENGUNDANG AZAB

Bagi yang kurang agamis tidak akan meyakini alasan yang satu ini, yang mana ia mengira bahwa musibah hanyalah datang dari alam semata, penyakit disebabkan virus, hancurnya hubungan keluarga dan sosial hanyalah sebab perbedaan selera dst, padahal semua itu merupakan azab dari Allah Ta’ala bagi pelaku zina selagi ia didunia, dan di akhirat nantinya jika ia meninggal dalam keadaan belum bertaubat, maka akan ada azab yang lebih pedih menanti.

Rasulullah Shallallah ‘Alaihi Wa Sallam bersabda:

(لا تَزَالُ أُمَّتِي بِخَيْرٍ مَا لَمْ يَفْشُ فِيهِمْ وَلَدُ الزِّنَا، فَإِذَا فَشَا فِيهِمْ وَلَدُ الزِّنَا، فَيُوشِكُ أَنْ يَعُمَّهُمُ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ بِعِقَابٍ) رواه أحمد

“Ummatku akan baik-baik saja selama anak zina belum menyebar diantara mereka, maka ketika telah menyebar diantara mereka anak zina, Allah ‘Azza Wa Jalla akan memberi mereka hukuman”. (HR Ahmad)

Semoga Allah Ta’ala melindungi kita dan keturunan kita dari perbuatan keji nan mungkar ini.

Artikel : www.hisbah.net

Ikuti update artikel di Fans Page Hisbah.net
Instagram @hisbahnet,
Chanel Youtube Hisbah Tv

Penulis : Ustadz Muhammad Hadrami

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Top
%d blogger menyukai ini: